Garda Tujuh Buana Kapalkan 55.000 MT Batu Bara ke India

PT Garda Tujuh Buana Tbk. (GTBO) telah melakukan pengiriman batu bara sebanyak 55.000 metrik ton ke India usai produksi batu bara melebihi 50% dari target produksi bulanan sebesar 100.000 metrik ton.
Lukas Hendra TM | 21 Maret 2017 23:59 WIB
Batu bara - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA – PT Garda Tujuh Buana Tbk. (GTBO) telah melakukan pengiriman batu bara sebanyak 55.000 metrik ton ke India usai produksi batu bara melebihi 50% dari target produksi bulanan sebesar 100.000 metrik ton.

Direktur GTBO Jones Manulang mengungkapkan perseroan telah memulai pengupasan lapisan tanah penutup (overburden) sejak 13 Februari 2017 dan telah melakukan produksi batu bara sejak 17 Februari 2017.

Sampai dengan akhir Februari, lanjutnya, total produksi batu bara perseroan mencapai 24.783 metrik ton (MT) dan overburden sebesar 100.333 bcm. Dia mengungkapkan produksi batu bara mengharuskan pemindahan overburden sebelum memproduksi batu bara.

Jones menambahkan perseroan menargetkan pemindahan overburden sebesar 200.000 bank cubic meter (bcm) pada Februari 2017. Selama 16 hari pemindahan overburden telah mencapai 100.000 bcm yang hampir 100% dari total kapasitas.

Perseroan, lanjutnya, menargetkan produksi batu bara pada Februari 2017 sebesar 100.000 MT, GTBO telah mencapai lebih dari 50% dari produksi batu bara terhadap kapasitas produksi bulanan sebesar 100.000 MT. Menurutnya, jumlah produksi tersebut semakin meningkat sesuai dengan kegiatan pertambangan yang semakin stabil.

“Pada 20 Maret 2017, perseroan melakukan pengapalan dan berangkat melakukan pengiriman pada 22 Maret 2017 sebanyak 55.000 MT dengan tujuan India,” katanya dalam keterbukaan informasi yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia, Selasa (21/3/2017).   

Bisnis mencatat, perseroan telah melakukan uji coba produksi atau running test uji kelayakan tambang (pit) dan infrastruktur pertambangan sebelum memulai aktivitas produksi.

Running test tersebut dilakukan pada Oktober dan November 2016 yang menghasilkan kurang lebih 16.000 MT batu bara dan 1.400 bcmoverburden. Batu bara hasil running test tersebut disimpan sebagai persediaan batu bara perseroan.

Pada Desember 2016, perseroan telah melakukan penjanjian dengan PT VPR Laxmindo sebagai kontraktor pertambangan selama tiga tahun dengan target produksi sebesar 2 juta MT per tahun.

Adapun, berdasarkan publikasi Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Februari 2015, perseroan telah mengantongi sertifikasi clean and clear atau CnC dengan nomor sertifikat 351/Bb/03/2014.

Sertifikasi CnC  mengandung makna bahwa perusahaan tambang berlisensi izin usaha pertambangan (IUP) --baik batubara maupun mineral-- sudah memenuhi segala kewajibannya kepada negara seperti pajak dan royalti, melakukan perencanaan reklamasi tambang dengan baik dan melakukan praktek pertambangan yang ramah lingkungan.

Selain itu, perseroan juga telah mengantongi IUP Operasi Produksi melalui Surat Keputusan Bupati Bulungan dengan Nomor 177/K-III/540/2010. GTBO memproduksi batubara dengan nilai kalori antara 4.800 kilokalori per kilogram (kcal/kg) hingga 5.100 kcal/kg  yang memiliki kandungan abu rendah dan belerang rendah di  Pulau Bunyu, Kalimantan Timur. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
batu bara

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top