Telkom 'Menyerang' Pasar Banten dan Kopassus

Percikan api menyala ketika kabel tembaga di kompleks Grup I Kopassus, Serang, Banten, dipotong oleh Direktur Consumer Service PT Telkom Tbk. Dian Rachmawan. Tuan rumah Dan Grup I Kol. Inf. Djon Apriandi melakukan hal sama diikuti oleh EVP Regional II Teuku Muda Nanta, Wadan Grup I Kol. Inf. Ari Prasetya dan GM Witel Banten Muskab Muzakkar.
Lahyanto Nadie | 17 Maret 2017 21:12 WIB
Komandan Grup I Kopassus Kolonel Inf. Djon Apriandi (kedua dari kiri) bersama Wadan Kol. Inf. Ari Prasetya bertumpu tangan dengan Direktur Consumer Service PT Telkom Tbk. Dian Rachmawan (kedua kanan), EVP Regional II Teuku Muda Nanta (kanan) dan GM Witel Banten Muskab Muzakkar - Lahyanto Nadie

Bisnis.com, SERANG - Percikan api menyala ketika kabel tembaga di kompleks Grup I Kopassus, Serang, Banten, dipotong oleh Direktur Consumer Service PT Telkom Tbk. Dian Rachmawan. Tuan rumah Dan Grup I Kol. Inf. Djon Apriandi melakukan hal sama diikuti oleh EVP Regional II Teuku Muda Nanta, Wadan Grup I Kol. Inf. Ari Prasetya dan GM Witel Banten Muskab Muzakkar.

Hanya dalam hitungan menit, seluruh kabel putus. Itulah prosesi yang menandakan bahwa kini tiada lagi kabel tembaga berseliweran di kompleks pasukan khusus seluas 253 ha dan seluruh kota Serang karena digantikan oleh fiber optik.

Sebelum kabel tembaga dipotong, Telkom sudah membangun kabel fiber optik dan melakukan migrasi layanan telekomunikasi pelanggan ke fiber optik menjadi layanan triple play Indihome. Tentu saja kabeln yang dipotong tersebut sudah tidak ada layanannya lagi karena sudah dimigrasikan.

Itulah sebabnya Telkom akan menggulung semua kabel tembaga dan memasang fiber optik yang ringan dan bersih. Di seluruh rumah kompleks itu, Telkom memberikan layanan Indihome. "Ketika memasuki kompleks TNI, kesan saya sangat mendasar yaitu soal kedisiplinan," kata Dian di Serang (Jumat, 17 Maret 2017).


Ia menjelaskan bahwa membangun hubungan horizontal antara Telkom dan Kopassus dimulai oleh Muskab Muzakkar. Dian lalu memperkenalkan Teuku Muda Nanta yang memberikan kontribusi 33% bagi pendapatan PT Telkom Tbk.

"Telkom dan TNI memiliki banyak persamaan," kata Dian.

Pertama, TNI mempertahankan negara dan Telkom membangun negara.
Kedua, sama-sama pantang menyerah.

Karena kesamaan itulah Telkom dan Kopassus menjalin sinergi.

Kol inf Djon Afriadi, menyambut hangat Dian. "Silaturahim ini menciptakan hubungan emosional yang lebih baik dengan Telkom."

Ia lalu menjelaskan tugas utama Grup I Kopassus. "Di Grup I ini tugas utamanya tempur langsung untuk menghancurkan lawan."

Taman Digital

Kerja sama dengan Kopassus merupakan rangkaian kegiatan seharian penuh bagi Dian. Pagi harinya ia menjalin kerja sama Serang Broadband City dengan Walikota Serang Tubagus Haerul Jaman. Acara dilanjutkan dengan peluncuran Taman Digital Alun-Alun Kota Serang.

Sinergi itu makin istimewa bagi Telkom dan warga kota Serang. "Ini hari bersejarah karena bertepatan dengan ulang tahun Bapak Walikota yang ke-49," kata Dian. Pengunjung pun bertepuk tangan. Kue tart dipotong oleh Jaman.

Dia menjelaskan bahwa PT Telkom Tbk dalam 2 tahun ini melakukan transformasi yang sangat serius dengan memfiberoptikkan NKRI. "Kabel optik dipasang secara gratis sehingga warga kota Serang jangan kaget kalau Serang jadi kota cerdas."

Di rumah juga akan makin cerdas dengan adanya Indihome. "Saya jadi ingat pesan Bung Karno karena bangsa yang unggul adalah yang berbasiskan SDM.
Inilah cita-cita smart city yang sesuai dengan harapan Bapak Bangsa proklamator NKRI."

Bagi Tubagus Haerul Jaman, kehadiran Telkom sangat dibutuhkan oleh warganya karena mereka butuh akses telekomunikasi yang lebih mudah. "Ini jelas jadi penunjang smart city dan mewujudkan kota Serang jadi kota broadband."

Masukan dan harapan masyarakat, kata Jaman, lebih cepat diterima oleh pemerintah kota sehingga pelayanan bisa lebih baik karena ditunjang oleh teknologi yang difasilitasi oleh Telkom.

Jaman lalu melakukan telekonferensi dengan warga Bayah. Tubagus Chaeruddin, seorang warga Bayah, melaporkan bahwa Indihome sudah masuk ke wilayah Banten paling selatan. Ia lalu mengajak hadirin untuk berwisata ke Telaga Sawarna yang indah.

Menjelag sore, diiringi rintik hujan, Dian melanjutkan perjalanan ke Cilegon. Di Kota Baja ini, Sarjana Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh November dan Master of Telecommunication Engineering, University of Bradford Inggris, ini meluncurkan Cluster Merah Putih di Palm Hill Estate dan dilanjutkan dengan pemotongan kabel primer MDF di STO Grogol.

Sebelum kembali ke Jakarta, pria kelahiran Bangil, 14 Mei 1964, ini memberikan motivasi untuk karyawan. Dan, inilah acara yang paling mengesankan: Makan duren...

Tag : telkom, kopassus
Editor : Lahyanto Nadie

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top