Transaksi Properti Lewat Penjualan Daring Melonjak

Portal properti Rumah123.com mencatatkan kenaikan penjualan produk pada dua bulan pertama 2017 sebesar 48% dari rerata tiap bulan pada 2016 lalu.nn
Ipak Ayu H Nurcaya | 16 Maret 2017 19:50 WIB
Belanja online - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Portal properti Rumah123.com mencatatkan kenaikan penjualan produk pada dua bulan pertama 2017 sebesar 48% dari rerata tiap bulan pada 2016 lalu.

Country General Manager Rumah123.com Ignatius Untung mengatakan kenaikan tersebut didominasi oleh penjualan unit kecil dengan rentang harga di bawah Rp500 jutaan. Perusahaan pun mencatat terjadi kenaikan transaksi pada dua bulan pertama dibanding periode yang sama tahun lalu.

“Dua bulan pertama tahun ini kami catat transaksi lebih tinggi hingga 50% dibandingkan dua bulan pertama 2016,” katanya kepada Bisnis melalui layanan pesan singkat, Kamis (16/3/2017).

Untung menuturkan perusahaan pun tengah melakukan upaya strategis untuk mendorong kinerja penjualan pada kuartal I/2017 ini dengan menggelar ajang tahunan Festival Properti Indonesia atau FPI 2017 yang menargetkan pertumbuhan transaksi hingga 50% dari ajang serupa tahun lalu. 

Berbeda dengan tahun lalu yang diselenggarakan di tiga kota Jakarta, Bandung, dan Surabaya, FPI 2017 hanya akan di gelar di dua kota yakni Depok pada 7-12 Maret lalu dan Jakarta Selatan pada 14-19 Maret ini.

Pameran diikuti 23 pengembang seperti Ciputra Group, Intiland Development, Adhi Karya, dan lainnya. Produk yang dikucurkan pun beragam mulai dari harga Rp120 juta – Rp6 miliar.

Menurutnya, seiring prediksi pengamat sekaligus konsultan properti yang menyatakan kondisi industri akan lebih baik, Rumah123 pun melihat hal ini sebagai peluang untuk mendorong masyarakat agar segera membeli rumah.

Sebelumnya, Rumah123.com mencatat kenaikan harga rumah tapak jelang sejak awal tahun lalu hingga akhir kuartal I/2017 ini sekitar 27%. Sedangkan, kenaikan apartemen lebih tinggi mencapai 31% secara umum di Jabodetabek.

Business Intelligent Manager Rumah123.com Hardi Saputra mengatakan untuk rumah tapak tertinggi di Bekasi naik 71% disusul Tangerang 62%. Menurutnya, hal tersebut mengindikasikan perubahan fenomena yang mana Bekasi sering dibully kini menjadi kawasan yang seksi.

Sedangkan, untuk apartemen Tangerang tertinggi atau naik 72% disusul Depok 50%.

"Wilayah penyangga pertumbuhannya lebih tinggi dari Jakarta. Jakarta hanya naik di bawah 30% daerah penyangga di atas 30%," katanya.

Hardi menambahkan untuk pertumbuhan transaksi rumah tapak, rumah123.com mencatat pada kuartal I/2017 ini terjadi kenaikan 3% atau sebanyak 9.466 unit dari 9.166 unit yang terjual pada kuartal yang sama tahun lalu.

Untuk apartemen kenaikan lebih tinggi atau 19% atau 1.062 unit dari 889 unit. 

Hardi menilai rendahnya transaksi penjualan di Jabodetabek dirasa wajar mengingat masih awal tahun dan belum banyak pengembang yang keluarkan produk baru.

Dirinya mengungkap, sejauh ini perusahaan juga mengamati profil pembeli khususnya di jakarta. Hasilnya, pada 2016 lalu hanya 16,8% generasi milenial atau rentang usia 20-30 tahun yang bisa membeli rumah.

Pada, 2017 diprediksi akan menurun menjadi 13,28% karena kenaikan harga hunian yang tidak seiring dengan kenaikan pendapatan generasi tersebut.

Namun, Rumah123.com optimis dengan sejumlah skema kemudahan pembelian dan produk hunian yang tepat masyarakat milenial dapat memiliki hunian. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
properti, perdagangan daring

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top