Aplikasi ESL Express Incar Industri E-Commerce

ESL Express tengah berencana mengincar industri e-commerce yang diprediksi akan tumbuh semakin cepat sejalan dengan target pemerintah yaitu mencapai valuasi US$130 miliar pada 2020.
Sholahuddin Al Ayyubi | 21 Desember 2016 17:35 WIB
Ecommerce - alleywatch.com

Bisnis.com, JAKARTA--Perusahaan jasa logistik ESL Express tengah berencana mengincar industri e-commerce yang diprediksi akan tumbuh semakin cepat sejalan dengan target pemerintah yaitu mencapai valuasi US$130 miliar pada 2020.

Eka Sari Lorena, CEO ESL Express mengemukakan alasan ESL Express melakukan migrasi layanan ke arah perangkat mobile, karena menurut data APJII pengguna Internet melalui smartphone mencapai angka sebesar 89,9 juta pengguna atau sebesar 67,8% dari total pengguna Internet keseluruhan sebesar 132,7 juta pengguna Internet aktif. Dia menilai berdasarkan data tersebut, potensi bisnis melalui perangkat mobile diprediksi akan semakin besar tahun depan.

"Kami memperkenalkan aplikasi ini karena tren ke depan kan semuanya sudah mobile, konsumen juga jadi lebih mudah mengakses layanan melalui devicenya," tuturnya di Jakarta, Rabu (21/12).

Selain itu, dia juga mengatakan tahun depan ESL Express akan lebih kuat menggenjot layanan aplikasi mobile, sehingga konsumen dapat melakukan pengiriman barang secara langsung sekaligus meningkatkan penggunaan aplikasi ESL Express.

"Aplikasi ini dapat memudahkan konsumen untuk melakukan pengiriman barang. Layanan ini juga dikembangkan dengan pedoman personalize sevice ESL Express," katanya.

Eka berharap aplikasi mobile ESL Express tersebut dapat menjadi leading sektor dari seluruh industri jasa layanan antar barang. Menurutnya, sampai saat ini hanya ESL Express yang sudah melakukan go digital dan aplikasinya dapat diunduh pada Operating System (OS) Android dan iOS.

"Belum ada perusahaan lain serupa yang memberi layanan seperti ini. Kami berharap dapat menjadi pemimpin pada ranah ini," ujarnya.

Secara terpisah, Pengamat Digital Marketing dari Archiss Digital, Abah Raditya berpandangan tantangan yang kini dihadapi industri dalam melakukan digital marketing adalah lemahnya infrastruktur pengiriman barang. Menurutnya, aplikasi ESL Express tersebut dinilai dapat menjadi solusi karena mayoritas masyarakat Indonesia adalah pengguna smartphone.

"Budaya belanja online masyarakat kini sudah semakin solid. Konsumen harus dibuat nyaman dan mudah untuk melakukan transaksi online melalui hadirnya aplikasi yang mendukung," tukasnya.

Berdasarkan data eMarketer, penjualan retail e-commerce akan terus meningkat hingga mencapai US$ 4,058 triliun pada 2020 dan wilayah Asia Pasifik akan menjadi pasar retail e-commerce terbesar di dunia selama kisaran periode tersebut, dengan harapan dapat mencapai penjualan lebih dari US$2,725 triliun hingga tahun 2020.

Seperti diketahui, industri e-commerce diprediksi akan bertumbuh semakin cepat di 2017 terutama dengan dukungan pemerintah yang segera menerbitkan peta jalan e-commerce untuk mencapai valuasi US$130 miliar pada 2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
e-commerce

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top