Realisasi Perjanjian Pengusahaan Tiga Ruas Jalan Tol Ditunda

BPJT menunda rencana penandatanganan PPJT tiga ruas tol yang sedianya terlaksana akhir tahun ini.
Anitana Widya Puspa | 20 Desember 2016 00:32 WIB
Jalan tol - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) menunda rencana penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) tiga ruas tol yang sedianya terlaksana akhir tahun ini.

Kepala BPJT Herry Trisaputra Zuna menjelaskan dari target kontrak lima ruas yang diteken pada akhir tahun ini, pihaknya baru merealisasikan kontrak dua ruas senilai Rp28 triliun yaitu Jakarta-Cikampek II Layang sepanjang 36,4 kilometer dan Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM) sepanjang 38,29 km.

Herry mengatakan tiga ruas lainnya yakni Cileunyi-Sumedang-Dawuan, Serang-Panimbang, serta Tebing Tinggi-Parapat diperkirakan diteken tahun depan.

Penundaan itu disebabkan ruas Cileunyi-Sumedang-Dawuan serta Serang-Panimbang belum dilakukan penetapan pemenang.

Selain itu, salah satu ruas Trans Sumatra, Tebing Tinggi-Parapat di Sumatra Utara dikarenakan belum lengkapnya dokumen yang diserahkan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) terkait anak usaha pantungan yang akan dibentuk Hutama Karya, PT Jasa Marga Tbk, serta PT Waskita Karya Tbk dan dokumen lainnya yang diperlukan dalam melengkapi administrasi PPJT.

“Tiga ruas sisanya, awal tahun depan pasti bisa (teken kontrak). Ini kan ruas Trans Sumatra dokumen belum juga belum lengkap semua. Belum ada yang diserahkan kepada kami,” ungkapnya kepada Bisnis.com di Jakarta pada Senin (19/12/2016).

Dalam tender ruas Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) sepanjang 58,5 km, konsorsium PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk akan berkompetisi dengan konsorsium PT Jasa Marga. Kedua konsorsium itu mengajukan dokumen penawaran dalam pelelangan ruas dengan nilai investasi mencapai Rp10 triliun tersebut.

Ketua Panitia Pelelangan Pengusahaan Jalan Tol Eka Pria Anas, mengatakan dalam ruas di atas, PT Citra Marga Nusaphala Persada membentuk konsorsium bersama Waskita Toll Road-Pembangunan Perumahan-Brantas Abipraya-Jasa Sarana, sedangkan Jasa Marga menggandeng Adhi Karya dan Nindya Karya.

PT Wijaya Karya yang sebelumnya dinyatakan lolos prakualifikasi dengan melaju sendirian memutuskan untuk tidak memasukkan dokumen penawaran.

Selain ruas Cisumdawu, BPJT secara bersamaan juga melelang tol Serang-Panimbang dengan nilai investasi mencapai Rp11 triliun. BPJT mencatat hanya konsorsium PT Wijaya Karya Tbk yang mengajukan dokumen penawaran.

Menurutnya, meskipun konsorsium PT Wijaya Karya Tbk hanya melaju diri, tidak serta merta membuatnya menjadi pemenang lelang. Pasalnya, BPJT masih akan melakukan eveluasi terhadap dokumen penawaran yang telah diajukan.

Dalam ruas Serang-Panimbang, konsorsium Wijaya Karya berpartner dengan Pembangunan Perumahan serta Jababeka. Sebelumnya PT Waskita Toll Road yang juga dinyatakan lolos prakualifikasi tak memasukkan dokumen penawaran tender.

Eka mengatakan alasan belum dilakukannya penetapan pemenang bagi dua ruas tersebut karena masih melakukan negosiasi dengan BUJT terkait bentuk dukungan yang akan diberikan pemerintah bagi kedua ruas itu.

“Lamanya evaluasi karena masih belum ada kesepakatan dengan BUJT terkait porsi dukungan pemerintah. Target kami akhir tahun ini tetap bisa diumumkan pemenangnya,” jelasnya.

Sementara itu dalam ruas ruas Tebing Tinggi-Parapat dengan panjang mencapai 98,5 km yang nantinya terkoneksi dengan ruas Tebing Tinggi-Kuala Tanjung sepanjang 37 km tengah dalam proses pembentukan anak usaha patungan.

Ruas Tebing Tingi-Parapat tengah dirancang untuk dimintakan izin penetapan lokasi ke Gubernur Sumut.

Tag : jalan tol
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top