Subsidi Dicabut, PLN Alihkan 701.618 Pelanggan R1 di Sulsel ke Reguler

PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN bakal mengalihkan 701.618 pelanggan rumah tangga R1 900 VA di Sulawesi Selatan dari tarif subsidi menjadi tarif reguler atau keekonomian mulai awal tahun depan.
Amri Nur Rahmat | 20 Desember 2016 19:04 WIB
Warga melakukan isi ulang pulsa listrik di salah satu perumahan. - Ilustrasi/Antara/M Agung Rajasa

Bisnis.com, MAKASSAR - PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN bakal mengalihkan 701.618 pelanggan rumah tangga R1 900 VA di Sulawesi Selatan dari tarif subsidi menjadi tarif reguler atau keekonomian mulai awal tahun depan.

GM PLN Wilayah Sulselrabar Wasito Adi mengatakan pengalihan tersebut mengacu pada hasil pendataan TNP2K yang mana pelanggan 900 VA tersebut tidak masuk dalam klasifikasi keluarga miskin dan tidak layak mendapatkan subsidi.

"Secara bertahap akan kita alihkan ke tarif keekonomian, difasilitasi migrasi ke 1.300 VA sesuai dengan klasifikasinya nonsubsidi," katanya, Selasa (21/12/2016).

Langkah tersebut yang berdasarkan pada Permen ESDM No.28/2016 tentang Tarif Tenaga Listrik PT PLN dan Permen ESDM No.29/2016 tentang Mekanisme Pemberian Subsidi Tarif Tenaga Listrik untuk Rumah Tangga.

Selain itu, lanjut Wasito, pelanggan yang memiliki daya di atas 900 VA tetapi berkualifikasi sesuai dengan yang dipersyaratkan sebagai penerima subsidi listrik bisa mengajukan permohonan mendapatkan tarif subsidi.

"Tahapan pengajuan permohonan bisa dilakukan pelanggan melalui kelurahan sesuai dengan alamat domisili, mengisi formulir untuk selanjutnya diproses melalui aplikasi khusus di tingkat kecamatan," paparnya.

Adapun untuk wilayah Sulselrabar secara keseluruhan, terdapat 903.764 pelanggan 900 VA yang berklasifikasi mampu dan akan difasilitasi untuk migrasi menjadi pelanggan 1.300 VA sesuai dengan hasil pendataan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) serta telah divalidasi oleh PLN.

Pengalihan tersebut berorientasi agar subsidi listrik bisa tepat sasaran untuk keluarga tidak mampu sesuai dengan peruntukan awal kebijakan itu.

Adapun bagi pelanggan yang migrasi itu akan dikenakan tarif keekonomian atau adjustment, yang penghitungan tarif berdasarkan kurs dolar AS, harga minyak Indonesia dan inflasi.

Manajer Hukum dan Humas PLN Sulselrabar menambahkan, sebagain besar pelanggan 900 VA yang bakal dialihkan ke non subsidi tersebut berada di wilayah perkotaan.

Sebagai gambaran, lanjutnya, khusus di Unit Sulsel pelanggan 900 VA tersebut terkonsentrasi pada area dengan karakteristik perkotaan, seperti Makassar sebanyak 262.121 pelanggan sedangkan selebihnya tersebar pada lima area lainnya.

Tag : pln, sulsel, pelanggan listrik
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top