Natal dan Tahun Baru: Bulog Jatim Jamin Pasokan Pangan Mencukupi

Bulog Jatim siap melakukan jika harga pangan ada kecendungan menjelang Natal dan Tahun Baru 2017, namun diperkirakan harganya stabil sampai akhir tahun karena dari sisi pasokan cukup berlimpah.
Choirul Anam | 20 Desember 2016 10:55 WIB
Gudang Bulog. - Jibi/Dwi Prasetya

Bisnis.com, BATU—Bulog Jatim siap melakukan jika harga pangan ada kecendungan menjelang Natal dan Tahun Baru 2017, namun diperkirakan harganya stabil sampai akhir tahun karena dari sisi pasokan cukup berlimpah.

Kepala Divisi Regional Bulog Jatim Witono mengatakan sepanjang 2016 sampai dengan pertengahan Desember harga bahan pangan utama cenderung stabil, terutama harga beras.

“Hal itu terjadi karena dari sisi pasokan, cukup banyak. Produksi beras relatif besar,” katanya di sela-sela Rapat Koordinasi dan Evaluasi Bulog se-Jatim di Batu, Senin (19/12/2016) malam.

Harga beras kualitas medium berkisar Rp7.700-Rp7.900/kg, masih dalam kisaran harga pembelian pemerintah HPP, setidaknya tidak terlalu terpaut jauh. HPP beras sampai dengan gudang Bulog tahun ini dipatok Rp7.300/kg.

Hal itu sebagai dampak dari iklim yang bersahabat bagi penanaman padi, yakni musim yang basah sepanjang 2016 sehingga tanam padi bisa dilakukan sepanjang tahun.

Bahkan sampai saat ini, Bulog Jatim masih mampu menyerap beras petani sebanyak 1.800 ton/hari.

Begitu juga dengan harga gula. Posisi Jatim sebagai pemasok gula kristal lokal nasional, menjadikan pasokan komoditas terbesar jumlahnya besar sehingga berdampak pada harganya yang stabil.

Rerata harga gula berada di kisaran Rp12.200-Rp12.300/kg, sedangkan harga eceran tertinggi yang dipatok pemerintah Rp12.500/kg. Harga patokan petani (HPP) gula ditetapkan Rp9.100/kg.

“Dengan begitu, maka petani happy, konsumen juga happy. Petani happy karena harga gula di atas HPP, sedangkan masyarakat happy karena harga gula tidak melampui harga eceran tertinggi,” ujarnya.

Selain dua komoditas tersebut, harga minyak goreng terpantau stabil di Rp11.500/liter dan tepung terigu Rp7.500/kg.

Dia mengakui, pada menjelang Natal dan Tahun Baru tingkat biasanya harga komoditas pokok tadi meningkat. Jika ada tanda-tanda harga komoditas pangan, maka Bulog akan langsung melakukan stabilisasi pasar dengan menggelar dagangan di titik-titik tertentu di setiap daerah dengan harga yang lebih rendah dengan harga pasar.

Namun upaya stabilisasi harga sudah berlangsung sejak September lalu lewat pendirian Rumah Pangan Kita (RPK). Lewat RPK, 4 komoditas di atas dipasok Bulog ke berbagai pelosok di Jatim. Dengan begitu, maka harga komoditas pokok diharapkan bisa tetap stabil, tidak volatile.

Secara stok, beras di Bulog juga besar. Sampai saat ini, beras yang ada di Bulog Jatim mencapai 766.000 ton, sedangkan kebutuhan operasional mencapai 42.000 ton/bulan.

Dengan begitu maka stok tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan operasional Bulog Jatim sampai dengan Juli 2017.

Sedangkan stok gula mencapai 90.000 ton. “Tapi di PG-PG, gula juga banyak sehingga pemenuhan kebutuhan konsumsi masyarakat tidak akan terganggu, terutama menghadapi Natal dan Tahun Baru,” ujarnya. (k24)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bulog, Natal dan Tahun Baru

Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top