Ambon Harus Penuhi 5 Syarat Ini agar Jadi Kota Musik Dunia

Indonesia timur tidak hanya diberkahi panorama alam, tetapi juga bakat musisi. Karenanya wajar bila kota Ambon dicanangkan menjadi kota musik dunia.
Dika Irawan | 02 November 2016 19:48 WIB
Kawasan permukiman padat penduduk di Lereng Ponegoro Atas, Ambon, Maluku, Jumat (8/5). - Antara/Irwansyah Putra

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia timur tidak hanya diberkahi panorama alam, tetapi juga bakat musisi. Karenanya wajar bila kota Ambon dicanangkan menjadi kota musik dunia.

Untuk itulah Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) akan mendukung hal tersebut, mengingat musik merupakan salah satu sub sektor ekonomi kreatif.

Dikutip dari Bekraf.go.id, Rabu (12/11/2016), pencanangan Kota Ambon Menuju Kota Musik Dunia adalah langkah awal untuk melaksanakan 25 action plan yang telah dibuat oleh Robin Malau, konsultan yang menangani untuk mendaftarkan Kota Ambon sebagai kota musik dunia ke UNESCO.

”Kreativitas inilah yang dinilai sebagai sumber daya terbarukan dan tidak akan habis jika sumber daya manusia Indonesia dapat menjadi pribadi yang kreatif dan inovatif serta menciptakan nilai tambah yang didukung oleh iklim industri ekonomi kreatif yang kondusif,” ujar Ari Juliano Gema, Deputi V bidang Fasilitasi HKI dan Regulasi Bekraf.

Kegiatan pencanangan ini bertujuan menyebarluaskan informasi kepada seluruh masyarakat di Kota Ambon bahwa Ambon akan didaftarkan sebagai Kota Musik Dunia dan diharapkan mendapat dukungan dari seluruh lapisan masyarakat di Ambon.

Untuk dapat terdaftar di UNESCO dan diakui dunia bawa Ambon adalah kota Musik Dunia tentu ada persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi.

Secara umum, 5 pilar kota musik adalah proses belajar, infrastruktur, musisi dan komunitas, nilai sosial dan budaya dan pengembangan industri. Kelima hal ini adalah satu rangkaian.

Hal yang terpenting juga adalah mendapat dukungan dari seluruh pihak baik dari pemerintah pusat dan daerah serta seluruh lapisan masyarakat khususnya masyarakat Ambon.

Kota Ambon yang terkenal dengan talenta-talenta pemusik yang andal diharapkan mampu menjadi motivasi kota-kota lainnya agar semakin giat dalam menggarap potensi industri kreatif di wilayahnya.

"Ekonomi kreatif dipahami sebagai ekonomi yang digerakkan oleh kreativitas yang berasal dari pengetahuan dan ide yang dimiliki oleh sumber daya manusia untuk mencari solusi inovatif terhadap permasalahan riil," ucap Ari.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Bekraf

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top