BPJS-TK Banten Perluas Kepesertaan Pekerja Bukan Penerima Upah

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Wilayah Banten mencatatkan dana kelolaan Rp3,35 triliun hingga September 2016, atau 108% dari target yang ditetapkan sepanjang tahun ini yakni Rp3,1 triliun.
Amanda Kusumawardhani | 02 November 2016 13:10 WIB
Ilustrasi pembantu rumah tangga

Bisnis.com, TANGERANG - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Wilayah Banten mencatatkan dana kelolaan Rp3,35 triliun hingga September 2016, atau 108% dari target yang ditetapkan sepanjang tahun ini yakni Rp3,1 triliun.

Pada periode yang sama, BPJS Ketenagakerjaan juga sudah mengumpulkan sebanyak 13.917 perusahaan aktif dengan 987.234 pekerja penerima upah (PU). Sebaliknya, jumlah tenaga kerja bukan penerima upah (BPU) yang terdaftar mencapai 29.998 orang.

"Jika ditotal, jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan sekitar 1,1 juta dan berpeluang terus bertambah sampai akhir tahun ini. Perlu diketahui, jumlah perusahaan di Banten sebanyak 13.000 unit," kata Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Banten Hidayatullah Putra kepada Bisnis, Rabu (2/11/2016).

Untuk menggenjot kepesertaan tenaga kerja di Banten, dirinya mengaku fokus menyasar tenaga kerja di sektor BPU karena peluang tenaga kerja PU sudah terbatas.

Hidayatullah menjelaskan mayoritas perusahaan besar di Banten sudah mendaftarkan tenaga kerjanya ke BPJS Ketenagakerjaan sehingga peluang penambahan pesertanya tidak sebanyak BPU. "Tantangannya, BPU ini jumlah sporadis sehingga butuh usaha ekstra dan sosialisasi massif dari kami," ungkapnya.

Adapun, komposisi tenaga kerja PPU memang mendominasi di Banten sebanyak 80%, sedangkan sisanya adalah BPU yakni 20%. BPJS Ketenagakerjaan mengklaim telah melakukan sejumlah upaya untuk mendongkrak kesadaran tenaga kerja BPU mendaftar program-program yang ada di lembaga jaminan sosial ini.

Salah satunya adalah meningkatkan kerja sama organisasi profesi misalkan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Dewan Masjid Indonesia dengan perusahaan swasta.

"Mereka akan terhubung dalam Gerakan Nasional Peduli Perlindungan Tenaga Kerja Rentan [GN Lingkaran]. Jadi, donasi perusahaan dalam bentuk tanggung jawab sosial perusahaan akan disalurkan ke pekerja-pekerja tersebut," tambahnya.

Baru-baru ini, tiga perusahaan yakni BNI Asset Management, PT Indo Premier Securities, dan PT Sarana Multi Corpora memberikan donasi kepada sebanyak 13.750 pekerja rentan di Banten. Donasi itu akan disalurkan melalui beberapa kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan antara lain Kantor Cabang Tangerang Batu Ceper, Tangerang Cikupa, Tangerang Cikokol, dan Tangerang BSD.

Adapun, BNI Asset Management memberikan donasi kepada 10.500 pekerja rentan, diikuti dengan Indo Premier Security kepada 2.250 tenaga kerja, dan Sarana Multi Corpora kepada 1.000 pekerja dengan total donasi mencapai Rp442,4 juta.

Donasi kepesertaan tersebut meliputi dua program yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan Jaminan Kematian (JKM).

"Donasi ini berbentuk jaminan sosial sehingga bisa dimanfaatkan oleh pekerja dengan durasi mulai 3 bulan sampai 1 tahun lamanya. Jumlah donasi dan kepesertaan akan meningkatkan kinerja kuartal IV/2016 di Banten," tekannya.

Program ini sendiri sudah menggaet setidaknya 100 perusahaan untuk menyukseskan GN Lingkaran. Tak hanya itu, dirinya juga berharap pemerintah daerah memberikan dukungan penuh dalam memberikan edukasi sekaligus pengawasan bagi perusahaan-perusahaan di daerahnya.

Tag : banten
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top