CMNP Temukan 1.593 Kendaraan Overload

Sejak disosialisasikannya Operasi Penertiban Kendaraan Overload pada Mei 2014 silam, hingga Mei tahun ini PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) menjaring sebanyak 1.593 kendaraan angkutan barang yang terindikasi bermuatan melebihi batas yang ditentukan
Anitana Widya Puspa | 01 Juni 2016 23:35 WIB
Sejumlah truk antre. - Antara/ Didik Suhartono

Bisnis.com, JAKARTA – Sejak disosialisasikannya Operasi Penertiban Kendaraan Overload pada Mei 2014 silam, hingga Mei tahun ini PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) menjaring sebanyak 1.593 kendaraan angkutan barang yang terindikasi bermuatan melebihi batas yang ditentukan

Direktur CMNP Fitria Yusuf mengatakan kendaraan overload memberi dampak negatif, seperti penyebab kemacetan, mengancam keselamatan pengguna jalan tol lain, dan juga menurunkan daya tahan serta umur jalan, apalagi sebagian besar konstruksi ruas jalan tol Cawang – Tanjung Priok – Pluit/ Jembatan Tiga bertipe elevated

Dia menamabahkan meski belum berdampak signifikan, namun operasi ini telah memberi pengaruh yang cukup baik. Hal ini bisa dilihat dari penurunan rata-rata jumlah pelanggaran kendaraan angkutan yang overload. Hingga Mei 2016, tingkat pelanggaran telah menurun menjadi 50,2% dari dari 61,3% pada tahun 2015.

“Namun masih tingginya tingkat pelanggaran tata cara pemuatan, daya angkut dan dimensi kendaraan tersebut, menunjukkan implementasi operasi ini perlu ditingkatkan,” katanya menurut keterangan resmi yang diterima Bisnis Rabu (1/6)

Padahal peraturan mengenai kendaraan angkutan barang sudah lama ada, seperti termuat dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu-lintas dan Angkutan Jalan (Pasal 169, 307 dan 311), Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan (Pasal 6 dan 57) dan Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2015 tentang Jalan Tol (Pasal 86 dan 89).

Menurut Fitria untuk memberikan dampak yang lebih besar dari operasi ini, diperlukan kerjasama yang komprehensif dan terintegrasi diantara seluruh operator jalan tol, termasuk instansi yang terkait.

“Tingginya jumlah kendaraan angkutan barang di berbagai ruas jalan tol, sudah saatnya para operator jalan tol mulai bertindak bersama-sama dalam menegakkan aturan kendaraan angkutan barang. Pemerintah dan Asosiasi Tol Indonesia hendaknya juga mulai menaruh perhatian soal ini,” ujarnya.

Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada pengguna jalan tol, PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) menggelar Uji Emisi Gratis pada Rabu dan Kamis, 1-2 Juni 2016, pukul 08.30 hingga pukul 15.30 WIB, bertempat di Rest Area Gerbang Tol Tanjung Priok 1, Jakarta.

Uji Emisi Gratis ini merupakan upaya untuk mendukung program Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam mengkampanyekan pentingnya udara bersih. Kegiatan ini dilaksanakan bersamaan dengan Operasi Penertiban Kendaraan Overload yang telah secara regular diselenggarakan.

"Salah satu upaya efektif untuk mengurangi pencemaran udara adalah dengan menekan tingkat emisi gas buang kendaraan bermotor. Program ini telah dilakukan sejak tahun 2008 dan mulai tahun 2014 kita tambah frekuensinya menjadi dua kali dalam setahun” jelas Fitria.

Ia melanjutkan gelaran Uji Emisi selama dua hari ini diharapkan dapat diikuti sebanyak 1000 kendaraan golongan I dari berbagai merek. ”Jika cuaca mendukung, kami optimis target tersebut dapat terpenuhi.” ujarnya.

Bagi pengendara yang melintas di Rest Area Gerbang Tol Tanjung Priok 1 dapat berhenti sejenak untuk melakukan Uji Emisi. Pengujian tidak akan mengganggu perjalanan karena hanya memakan waktu sekitar 3 menit.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jalan tol

Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top