Eksplorasi Sumber Daya Alam di Sulut Diminta Jangan Rusak Pariwisata

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara meminta pelaku usaha yang bergerak di bidang sumber daya alam untuk memastikan aktivitas industri dan pengelolaan limbah industrinya agar tak merusak potensi pariwisata daerah.
David Eka Issetiabudi | 17 Mei 2016 19:03 WIB
Kawasan wisata Danau Tondano di Sulawesi Utara - Antara

Bisnis.com, MANADO - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara meminta pelaku usaha yang bergerak di bidang sumber daya alam untuk memastikan aktivitas industri dan pengelolaan limbah industrinya agar tak merusak potensi pariwisata daerah.

Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandouw secara tegas mengharapkan pelaku usaha melakukan pengelolaan industri yang berkelanjutan, baik dalam menjaga kelestarian lingkungan ataupun memastikan setiap aktivitasnya taat hukum.

Penegasan tersebut disampaikan Wagub dalam rapat koordinasi pelaku usaha di sektor sumber daya alam, yang meliputi bidang kelautan perikanan, pertanian, ESDM, kehutanan, serta perkebunan, di lingkup wilayah Sulawesi Utara, Selasa (17/5/2016).

Menurutnya, pelaku usaha wajib mendukung prinsip pembangunan berkelanjutan yakni pembangunan yang dilakukan untuk dapat memenuhi kebutuhan pada masa sekarang hingga generasi mendatang.

“Pengolaan limbah harus ditangani dengan baik agar tidak merusak lingkungan. Hal ini juga untuk mendukung program pemerintah dalam memajukan Sulut di bidang pariwisata,” tuturnya, Selasa (17/5/2016).

Di samping itu, Wagub mengajak para pelaku usaha untuk menggunakan konten lokal dalam usaha mereka, seperti tenaga kerja. Steven mengatakan tenaga kerja daerah sekarang sudah dapat bersaing dengan tenaga kerja dari luar daerah.

“Walaupun disadari ada kekurangan [kemampuan] dengan tenaga kerja daerah, namun harus tetap dimulai dengan mengajarkan kepada para pekerja,” tambahnya.

Tidak hanya itu, Steven mengharapkan pelaku usaha meningkatkan sinergi dengan pemerintah dalam pengentasan kemiskinan melalui program command development (Condev) dan CSR.

Tag : pariwisata
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top