PASAR E-COMMERCE: Usaha Rintisan Gencar Kembangkan Aplikasi Mobile

Para pengusaha pemula (start up) terus membanjiri pasar melalui toko aplikasi online sebagai media pengembangan usahanya di pasar e-commerce.
Agne Yasa | 17 Mei 2016 18:25 WIB
Ecommerce - alleywatch.com

Bisnis.com, BANDUNG - Para pengusaha pemula (startup) terus membanjiri pasar melalui toko aplikasi online sebagai media pengembangan usahanya di pasar e-commerce.

Beberapa star tup tersebut antara lain M-Health Tech yang fokus di bidang kesehatan memperkenalkan aplikasi mobile Apotik Antar berbasis iOS & Android, dan PT Indotama Palapa Nusantara yang merilis aplikasi Cektagihan berbasis Mobile Android.

Kusumaaji Pramanajati, Head of Marketing & Sales Apotik Antar M-Health Tech mengatakan, aplikasi mobile tersebut merupakan pengembangan dari layanan ApotikAntar.com yang telah hadir sejak 2012.

Menurutnya, aplikasi mobile Apotik Antar dikembangkan sesuai dengan perkembangan teknologi dan perubahan perilaku masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya.

"Kami menangkap tingginya kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan yang cepat, mudah, aman dan personal, termasuk untuk proses pembelian obat-obatan," ujar Kusumaaji, Selasa (17/5/2016).

Merujuk pada data Kementerian Komunikasi dan Informatika RI ada tiga komoditas yang dibeli secara online pada 2015 yakni fashion, dan aksesoris (12,2%), elektronika (7,9%), serta produk dan alat kesehatan (4,7%).

Dia menambahkan, tren kebutuhan tersebut membuat peluang untuk pembelian online alat dan produk kesehatan ke depannya akan semakin meningkat. Mobile Health Technology (M-Health Tech) merupakan perusahaan di bawah naungan PT Polinasi Iddea Investama yang bergerak di bidang kesehatan.

M-Health Tech sendiri memiliki beberapa produk consumer tech di bidang kesehatan yaitu Apotik Antar dan HaloDoc.

"Untuk Apotik Antar hingga saat ini sudah ada ratusan apotek yang terlibat di jaringan ini, sekitar 300 apotek di Jabodetabek, dan akan masuk ke kota-kota lainnya, seperti di Bandung ada 200 apotek dan Surabaya 300 apotek yang berminat," ujarnya.

Kusumaaji mengungkapkan sejak diperkenalkan pada pertengahan Januari 2016, aplikasi mobile Apotik Antar sudah diunduh 10.000 pengguna.

"Minimal order itu Rp10.000 dan rata-rata order yang dilayani per hari sekitar 150-200 di Jakarta. Tapi kelihatannya sudah lebih karena sejak April sudah diaktifkan 24 jam," ujarnya.

Dia menambahkan, saat ini toko aplikasi terus berkembang sehingga dukungan dari pemerintah terhadap para startup digital sangat penting untuk membangun ekosistem digital yang baik.

"Pemerintah cukup mendukung, bahkan jika dibutuhkan penyesuaian regulasi akan disesuaikan. Jadi teknologinya didorong, regulasinya disesuaikan, dicari apa yang paling aman untuk masyarakat," tegasnya.

Layanan Apotik Antar segera hadir di 9 kota besar lainnya yaitu di Bandung, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Palembang, Makassar, Medan, Balikpapan dan Denpasar.

Menyinggung soal keamanan dan ketersediaan obat, pihaknya hanya menggandeng apotek yang memiliki Surat Izin Apotek (SIA) dan Surat Izin Praktik Apoteker (SIPA) dari Kementerian Kesehatan RI.

"Dari sisi kecepatan pengantaran produk, kami bekerjasama dengan GoJek, dengan jaminan waktu penerimaan barang maksimum 1 jam. Nanti juga di aplikasi GoJek akan ada GoMed, sudah ada kerja sama dengan Apotik Antar," jelasnya.

Selain melayani pembelian obat bebas via aplikasi mobile, masyarakat juga dapat membeli obat dengan resep dokter serta alat-alat kesehatan.

"Masyarakat sebagai konsumen tidak perlu repot keluar rumah, cukup memesan melalui aplikasi yang terbilang mudah dan user friendly ini," klaim Kusumaaji.

Selain M-Health Tech, PT Indotama Palapa Nusantara juga memperkenalkan Personal Digital Service dengan brand Cektagihan berbasis Mobile Android.

Direktur Utama Trust Teknologi Palapa Yosef Sarif menjelaskan Cektagihan adalah aplikasi yang dipasang pada smartphone yang membantu untuk bertransaksi atau pembayaran rutin secara digital.

"Yang membedakan Cektagihan dengan aplikasi lain adalah kami mengumpulkan berbagai macam jenis tagihan dan kebutuhan rutin yang dibutuhkan masyarakat dalam satu aplikasi," ujarnya saat relaunching aplikasi Cektagihan.

Yosef mengungkapkan terdapat 4 layanan yang sudah dapat digunakan dan dimanfaatkan (existing) melalui aplikasi cektagihan yang dikembangkan mulai pertengahan tahun 2012 ini.

Pertama adalah aplikasi payment point, isinya yaitu pembayaran listrik, PDAM, TV berlangganan, multifinance, BPJS, pembayaran seluler pascabayar, dan lainnya.

Kedua, Cektagihan juga menyediakan ticketing, yaitu pembayaran pesawat terbang, kereta api, dan travel. untuk travel yang sudah ada ada lima, yaitu Cipaganti, Xtrans, Daytrans, Bimotrans dan Baraya.

Ketiga, Cektagihan juga memberikan akses untuk melakukan pengisian pulsa, lengkap dari seluruh operator telekomunikasi dan berbagai nominal. Yang terakhir, Cektagihan juga menyediakan layanan bagi pencinta atau pengguna games, yaitu voucher isi ulang.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
start up

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top