Berdikari Patok Harga Daging Sapi di Bawah Rp100.000

Perusahaan milik negara yang bergerak di sektor peternakan, PT Berdikari (Persero) mematok harga jual daging sapi yang dikirimkan melalui kapal ternak KM Camara Nusantara I dapat dijual di bawah Rp100.000 sepanjang tahun ini.
Dara Aziliya | 25 Februari 2016 19:52 WIB
Pedagang memisahkan tulang dari daging saat berjualan di Pasar Peunayung, Banda Aceh, Rabu (12/8). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan milik negara yang bergerak di sektor peternakan PT Berdikari (Persero) mematok harga jual daging sapi yang dikirimkan melalui kapal ternak KM Camara Nusantara I dapat dijual di bawah Rp100.000 sepanjang tahun ini.

Direktur Utama PT Berdikari Librato El Arif menyampaikan untuk dapat menjaga harga relatif terjangkau, sejumlah upaya akan terus ditempuh. Berdikari berupaya memotong rantai pasok dengan melakukan pembelian langsung sapi di tingkat peternak.

“Kami membeli dari peternak langsung dan harganya sekitar Rp36.400 saat tiba di Jakarta. Sapi ini kami olah menjadi daging chilled di RPH [Rumah Potong Hewan] milik sendiri sehingga harganya bisa disiasati,” ungkap Arif kepada Bisnis, Kamis (25/2/2016).

Selain itu, Arif mengatakan daging sapi tersebut akan dijual langsung pada konsumen dan usaha kecil menengah (UKM). Dia menghindari menjualnya lewat pasar retail atau pasar tradisional karena akan menambah rantai sehingga menjadi beban biaya kepada konsumen.

Untuk itu, Berdikari menggelar pasar daging murah di area car free day (CFD) di Jakarta dan tengah mendeteksi peluang-peluang pemasaran lain yang dapat langsung terhubung dengan masyarakat. “Kalau dilakukan secara kontiniu, kami yakin harganya akan turun,” kata Arif.

Berdasarkan perhitungannya, jika harga sapi per kilogram berat hidup di Jakarta di level Rp36.000 dan karkas sebesar 50% dari total bobot sapi, maka harga daging yang dijual Rp85.000 tersebut telah memenuhi nilai keekonomian yang sesuai.

Kapal khusus ternak KM Camara Nusantara I yang telah dibangun sejak era kepemimpinan Presiden SBY akhirnya diresmikan pada akhir tahun 2015. Per akhir pekan lalu, kapal tersebut telah tiga kali bersandar di Jakarta dengan kapasitas muatan sapi sebanyak 500 ekor.

Pada pengiriman pertama, total 353 ekor sapi yang diangkut dibeli oleh Perum Bulog dan diolah menjadi daging oleh PT Berdikari. Dua pengiriman terakhir, Berdikari memperoleh masing-masing 100 ekor sapi. Adapun, sepanjang tahun ini, perseroan menargetkan pembelian 7.000 ekor sapi dari NTT dan NTB.

Tujuh perusahaan lain yang ikut membeli sapi dari NTT dan NTB dengan menggunakan fasilitas kapal ternak yaitu CV Semata Wayang, UD Harapan Jaya, UD Praiwora Putra, CV Tiga Berlian, CV Bina Taruna, CV STMJ, CV Generasi Baru, dan PT Berdikari.

Kalangan pengamat peternakan menilai meski dengan menggunakan kapal ternak, pemerintah belum mampu menekan harga daging di pasar yang kini berada di level Rp110.000-Rp115.000.

Harga daging malah tidak turun meski pemerintah membatalkan pengenaan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 10% yangs empat diberlakukan awal Januari lalu.
Teguh Boediyana, Ketua Umum Perhimpunan Peternak Sapid an Kerbau Indonesia (PPSKI) menyampaikan pemerintah harus mempertegas para pedagang yang membeli sapi dari NTT dan NTB dengan menggunakan kapal ternak.

“Kapal itu kan ada subsidinya, makanya pemerintah harus mampu menekan harga di tingkat konsumen tapi tetap menjaga harga di tingkat peternak di NTT. Jangan sampai peternak merasa tertekan dan merugi,” kata Teguh.

Tag : daging sapi
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top