Diimbau Kementerian LH, Pelindo II Maksimalkan Penyemprotan Debu Batubara

PT Pelabuhan Indonesia II cabang Cirebon, operator pelabuhan Cirebon, memaksimalkan upaya penanggulangan debu bongkar muat batu bara dengan melakukan penyemprotan dermaga sebagaimana himbauan dari audit Kementerian Lingkungan Hidup.
Diimbau Kementerian LH, Pelindo II Maksimalkan Penyemprotan Debu Batubara Hadijah Alaydrus | 02 November 2015 03:47 WIB
Diimbau Kementerian LH, Pelindo II Maksimalkan Penyemprotan Debu Batubara
/Ilustrasi

Bisnis.com,  CIREBON—PT Pelabuhan Indonesia II cabang Cirebon, operator pelabuhan Cirebon, memaksimalkan upaya penanggulangan debu bongkar muat batu bara dengan melakukan penyemprotan dermaga sebagaimana himbauan dari audit Kementerian Lingkungan Hidup.

GM Pelabuhan Cirebon, Hudadi Soerjadjanegara mengatakan pihaknya sudah melakukan berbagai upaya untuk mencegah agar debu batubara tidak keluar dari wilayah pelabuhan.

“Semua kegiatan bongkar muat batubara biasanya debunya banyak, sekarang setiap bongkar muat kami lakukan penyiraman,” ujarnya, Jumat  (30/10/2015).

Dia mengatakan keputusan penutupan aktivitas bongkar muat batubara di Pelabuhan Cirebon merupakan hal pemerintah. Selama batubara masih menjadi komoditas legal bagi Pelabuhan Cirebon, dia mengungkapan perusahaan akan tetap melayani bongkar muatnya.

Berkaitan dengan usulan packing batubara, Hudadi mengatakan ini bukan hak Pelindo II. Semua keputusan packing ada di tangan trader. Namun, Hudadi melihat jika dilakukan packing yang ditakutkan adalah kenaikan biaya logistik.

Adapun, usulan mengunakan kontainer, dia mengatakan kontainer terlalu besar untuk menjangkau wilayah-wilayah terpencil bagi pelanggan.

“Jangan bermimpi pakai kontainer, tidak bisa karena batubara ini masuk ke pedalaman. Pakai jumbo bag bisa atau apalah mungkin,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Akhriadi mengatakan segala upaya dari Pelindo II merupakan hasil dari masukan audit Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) yang  sudah selesai padaSeptember kemarin.

KLH sudah melakukan audit lingkungan dan sudah ada hasilnya. Ada upaya-upaya apa saja yang harus dilakukan Pelindo II untuk meminimalisir debu batubara ini.

Beberapa usulan dari KLH tersebut a.l. menutup stockpile batubara di pelabuhan, memasang jaring-jaring saat bongkar muat agar debu tidak keluar pelabuhan, menanam pohon yang menyerap debu, dan membersihkan dermaga saat bongkar muat dengan cara disemprot air.

“Pelindo II sudah melakukan hal tersebut dan kami dari KSOP mengawasi apa saja yang sudah dilakukan oleh Pelindo II,” kata Akhriadi.

Dia juga mengatakan instruksi Menteri Perhubungan kepada KSOP Pelabuhan Cirebon adalah terus mengupayakan agar tidak ada lagi debu yang mencemari hingga keluar pelabuhan. KSOP berharap Pelindo II sudah dapat melakukan semua upaya tersebut sehingga tidak ada lagi pencemaran pada Desember ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pelindo ii

Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top