Super Makmur Butuh Investor Baru

Super Makmur, perusahaan produsen kemasan yang sedang dalam masa penundaan kewajiban pembayaran utang membutuhkan investor baru untuk bisa menyelesaikan seluruh utangnya.
Wan Ulfa Nur Zuhra | 02 November 2015 17:27 WIB
Kemasan plastik BOPP. - Ilustrasi/adhtape.com

Bisnis.com, JAKARTA—PT Super Makmur, produsen kemasan yang sedang dalam masa penundaan kewajiban pembayaran utang, membutuhkan investor baru untuk bisa menyelesaikan seluruh utangnya.

Pengurus Super Makmur Ferizal mengatakan akan sangat sulit bagi perusahaan untuk melunasi seluruh utangnya tanpa bantuan investor. “Secara operasional perusahaan masih berjalan, tetapi untuk membayar semua tagihan tanpa bantuan investor, akan sangat sulit,” ujarnya, Minggu (1/11/2015).

Feriza menyebutkan Super Makmur memiliki utang sekitar Rp300 miliar. Tapi total utang itu masih berdasarkan laporan debitur, belum melalui proses verifikasi. Adapun rapat verifikasi akan digelar pada 18 November mendatang.  

Dia memaparkan Super Makmur memiliki empat kreditur separatis. Tiga dari empat kreditur tersebut adalah perbankan, yaitu PT Bank Danamon Tbk., PT Bank International Indonesia, dan Maybank Indonesia. Sedangnya satunya lagi adalah perusahaan pembiayaan, yakti PT PPA Auto Finance.

Selain kreditur separatis, Super Makmur juga memiliki 30 kreditur konkuren. Sebagian besar kreditur konkuren merupakan pemasok bahan baku. “Tetapi data ini masih belum fix, ini baru berdasarkan laporan debitur,” ungkap Ferizal.

Rapat kreditur perdana PKPU Super Makmur sudah digelar dan dipimpin oleh Titik Tejaningsih selaku hakim pengawas . Sejauh ini, Ferizal menilai debitur cukup kooperatif. Hal itu dibuktikan dengan iktikad baik dari debitur untuk menyerahkan dokumen yang dibutuhkan tim pengurus dalam proses PKPU ini.

Belum lama ini, lanjut Ferizal, pihaknya juga menyempatkan berkunjung ke pabrik milik debitur. Dia memastikan bahwa proses produksi masih berjalan.

PT Super Makmur dinyatakan dalam PKPU sejak 13 Oktober lalu setelah majelis hakim Pengadilan Niaga Jakarta Pusat mengabulkan permohonan yang diajukan PT Java Lumbung Berkah.

Dalam perkara nomor 69/PKPU/2015/PN JKT.PST itu, kuasa hukum Java Lumbung Berkah Poltak Tambunan mengatakan total piutang kliennya terhadap Super Makmur mencapai Rp1,1 miliar. Utang tersebut, lanjutnya, juga berasal dari perjanjian jual beli bahan baku untuk kemasan plastik.

Pada saat yang sama, Java Lumbuh Berkah juga mengajukan permohonan PKPU terhadapsister company Super Makmur, yakni PT Sumber Eximsari. Saat ini, Sumber Eximsari juga sedang dalam masa PKPU sementara.

“Keduanya ini satu grup, jadi kebanyakan kreditur Eximsari, juga merupakan kreditur Super Makmur,” ungkap Ferizal.

Tak jauh berbeda dengan Super Makmur, Sumber Eximsari juga membutuhkan investor untuk melunasi seluruh utangnya yang melebihi Rp500 miliar.

Kuasa hukum Sumber Eximsari Jandri Onasis Siadari mengatakan debitur kesulitan jika harus melunasi seluruh utang. Itu sebabnya pihaknya akan mencari investor untuk membantu melunasi utang kepada seluruh kreditur. Sampai saat ini, pihaknya belum memiliki calon investor.

“Dari satu sisi perusahaan kami memang mengalami kesulitan, tetapi di sisi lain kami masih memiliki keinginan untuk membayar seluruh tagihan kreditur,” ujarnya.

Jandri menambahkan, saat ini perusahaan masih beroperasi dengan baik. Oleh karena itu, pihaknya akan berupaya untuk melunasi utang agar tidak jatuh dalam kepailitan.

Salah satu pengurus PKPU Sumber Eximsari Muhammad Ismak menemukan ada 160 kreditur yang tercatat dalam dokumen perusahaan. Sampai saat ini, ada dua kreditur separatis yang memegang sejumlah jaminan dari debitur. Kedua kreditur tersebut yaitu PT Bank Mandiri Tbk. dan Bank OCBC Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pkpu

Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top