Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cifor-USAID Teliti Kebijakan Nol Deforestasi Perusahaan Sawit

CIFOR bermitra dengan the United States Agency for International Development untuk meneliti implikasi komitmen perusahaan atas keberlanjutan terhadap hutan dan lanskap di Indonesia.
Anugerah Perkasa
Anugerah Perkasa - Bisnis.com 18 Oktober 2015  |  07:50 WIB
Cifor-USAID Teliti Kebijakan Nol Deforestasi Perusahaan Sawit
Sawit
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - The Center for International Forestry Research (Cifor) bermitra dengan  the United States Agency for International Development (USAID) untuk meneliti implikasi komitmen perusahaan atas keberlanjutan terhadap hutan dan lanskap di Indonesia.

Steven Lawry, Direktur Penelitian Tata Kelola dan Hutan Cifor, mengatakan penelitian itu salah satunya menyangkut soal evaluasi kebijakan Nol Deforestasi oleh perusahaan perkebunan sawit skala besar. Riset itu juga terkait dengan sejumlah pertanyaan paling urgen yang memengaruhi tata kelola hutan di Indonesia.

"Ini termasuk mengevaluasi Nol Deforestasi oleh perusahaan kelapa sawit besar, dan memahami bagaimana mereka dapat memastikan akses produsen kelapa sawit petani kecil dalam rantai pasok yang bebas deforestasi," kata Lawry dalam keterangannya yang dikutip Bisnis.com, Minggu (18/10/2015).

Penelitian itu juga menyangkut harmonisasi kebijakan dan peraturan pemerintah dengan tujuan-tujuan perusahaan. Penelitian itu ditujukan untuk menghasilkan bukti empiris yang menyoroti bagaimana tata kelola hutan yang lebih kuat melalui inisiatif pemerintah, swasta dan masyarakat itu dapat menyebabkan pengurangan deforestasi dan solusi lebih besar terhadap tantangan lingkungan.

Program penelitian itu akan memberikan kontribusi dan diinformasikan oleh penelitian Cifor yang ada saat ini menyangkut soal politik ekonomi dari kebakaran dan asap di Indonesia. Penelitian itu juga berusaha menemukan solusi jangka panjang atas persoalan tersebut.

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) sebelumnya menyatakan sejumlah grup bisnis besar di sektor minyak sawit dan kertas diduga terlibat dalam kasus pembakaran lahan dan hutan.

Hal itu ditemukan berdasarkan temuan lapangan dan hasil analisis tumpang susun (overlay) titik panas serta konsesi perusahaan yang terkait dengan grup bisnis tersebut. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sawit
Editor : Fatkhul Maskur
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top