Tol Akses Bandara: Pemerintah Percepat Evaluasi Usulan Penambahan Ruas

Pemerintah menjanjikan akan mempercepat proses evaluasi terhadap usulan penambahan lingkup pekerjaan jalan tol Cengkareng—Batu Ceper—Kunciran berupa tambahan trase ke arah Bandara Soekarno-Hatta.
Emanuel B. Caesario | 07 Oktober 2015 19:53 WIB
Ilustrasi: Tol Tangerang-Merak - wikipedia

Bisnis.com, JAKARTA—Pemerintah menjanjikan akan mempercepat proses evaluasi terhadap usulan penambahan lingkup pekerjaan jalan tol Cengkareng—Batu Ceper—Kunciran berupa tambahan trase ke arah Bandara Soekarno-Hatta.

Plt. Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Herry Trisaputra Zuna mengatakan pihaknya sudah lama memperoleh usulan dari badan usaha jalan tol (BUJT) tersebut untuk menambah lingkup ruas jalan.

Penambahan tersebut dimaksudkan sebagai jalan akses untuk mendukung pusat logistik yang akan dibangun PT Angkasa Pura II di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Banten. Tambahan ruas tersebut membentang dari Daan Mogot hingga Cengkareng.

“Bulan ini kami usahakan sudah ada laporan ke Pak Menteri [PUPR Basoeki Hadimoeljono] terkait usulan tersebut karena memang sudah cukup lama,” katanya saat dihubungi, Rabu (7/10/2015).

Herry mengatakan secara prinsip pemerintah mendukung rencana tersebut. Selain itu, penambahan lingkup pekerjaan tersebut dimungkinkan oleh Perpres 38/2015 tentang Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur.

Bila telah disetujui menteri, selanjutnya BPJT akan menyesuaikan tambahan ruas tersebut dengan rencana sistem jaringan jalan tol nasional. Pemerintah bersama badan usaha jalan tol akan mengevaluasi perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT) awal untuk menetapkan perhitungan investasi yang baru.

“Prosesnya kita targetkan bisa tetap diselesaikan tahun ini,” katanya.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II Budi Karya Sumadi mengatakan penambahan ruas tol tersebut akan sangat mendukung aksesibilitas Bandara Soekarno-Hatta. Oleh karena itu, pihaknya sangat berharap tol tersebut segera terealisasikan.

Budi mengatakan PT Angkasa Pura II akan ikut serta dalam investasi proyek tol tersebut. Namun, keterlibatan AP II hanya sekitar 10%-20% dari total investasi, sementara mayoritas investasi ditanggung PT Jasa Marga, sekitar 75%. Adapun BUJT tol tersebut adalah PT Marga Kunciran Cengkareng.   

Saat ini, konstruksi ruas tersebut belum dimulai karena masih menunggu kesiapan lahan. Hingga saat ini, lahan yang terbebaskan baru sekitar 20% dari rencana awal jalan tol sepanjang 14,19 km, belum termasuk penambahan ruas baru yang diusulkan.

“Mungkin baru 2017 awal kita bisa mulai karena pembebasan lahan ini yang lama. Tapi kami berharap bisa dioperasikan di 2018,” katanya.

Berdasarkan PPJT awal, kebutuhan investasi untuk proyek tol Cengkareng—Batu Ceper—Kunciran mencapai Rp3,507 triliun, dengan biaya konstruksi Rp1,34 dan biaya tanah Rp1,219 triliun. Masa konsesi bagi badan usaha mencapai 35 tahun dengan rencana tarif Rp885/km untuk kendaraan golongan I.

Tol tersebut semula dibagi dalam empat seksi, tetapi akan ditambah dengan seksi baru yang diusulkan BUJT. Volume lalu lintas diperkirakan mencapai 41.514 kendaraan per hari berdasarkan kondisi 2014.

Budi mengatakan saat ini AP II sangat fokus pada upaya meningkatkan kemudahan aksesibilitas dari dan menuju Bandara Soetta.

Selain proyek tol, proyek kereta api sepanjang 36,3 km dari Manggarai menuju Bandara Soetta pun akan segera dimulai pertengahan bulan ini dengan target selesai di akhir 2016.

Menurutnya, kehadiran kereta tersebut sudah dapat mengurangi tingkat kepadatan arus lalu lintas dari dan menuju Bandara Soetta hingga 30%.

Tag : jalan tol
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top