Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

China Biayai Proyek KA Cepat Jakarta-Bandung

Kementerian Perhubungan menyambut baik penandatanganan nota kesepahamanan antara China dan Indonesia terkait pendanaan proyek Kereta Api super cepat yang menghubungkan Jakarta-Bandung.
MG Noviarizal Fernandez
MG Noviarizal Fernandez - Bisnis.com 24 April 2015  |  00:44 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) mencoba kereta api bawah tanah (subway) di terminal 3 Bandara Internasional Capital Beijing, di Beijing, China, Kamis (26/3/2015). - Antara/Rini Utami
Presiden Joko Widodo (kiri) mencoba kereta api bawah tanah (subway) di terminal 3 Bandara Internasional Capital Beijing, di Beijing, China, Kamis (26/3/2015). - Antara/Rini Utami

Bisnis.com, JAKARTA- Kementerian Perhubungan menyambut baik penandatanganan nota kesepahamanan antara China dan Indonesia terkait pendanaan proyek Kereta Api super cepat yang menghubungkan Jakarta-Bandung.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub J.A. Barata mengatakan kebijakan kementerian itu sudah jelas yakni memperbolehkan pelaksanaan proyek infrastruktur transportasi bernilai tinggi apapun di Pulau Jawa sepanjang tidak menggunakan APBN.

Karena selama lima tahun ke depan, APBN kami akan gunakan untuk pembangunan infrastruktur transportasi di berbagai daerah di luar Pulau Jawa,” ujarnya, Kamis (23/4/2015).

Akan tetapi, menurutnya, meski tidak didanai oleh APBN, proyek kereta cepat itu harus menaati regulasi teknis yang ditetapkan oleh Kemenhub. Regulasi teknis itu meliputi struktur rel, serta pengoperasian kereta yang harus dilakukan oleh badan usaha yang telah mendapat izin dari regulator.

Pemerintah Cina menawarkan pendanaan untuk pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung. Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Mariani Soemarno China akan menunjuk China Development Bank untuk pendanaan pembangunan KA Jakarta - Bandung.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kereta Cepat
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top