Angkutan Laut Murah: INSA Minta Kargo Transhipment Dihitung

Indonesia National Shipowners Association (INSA) menilai kargo transhipment yang melayani antara Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya dan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta juga perlu didukung dengan perhitungan dalam program angkutan murah.
Muhamad Hilman | 17 Maret 2015 20:20 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Indonesia National Shipowners Association (INSA) menilai kargo transhipment yang melayani antara Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya dan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta juga perlu didukung dengan perhitungan dalam program angkutan murah.

Hasil diskusi dan rapat bidang kontainer DPP Indonesia National Shipowners Association (INSA) menyebutkan, program optimalisasi angkutan laut sangat memberdayakan peran anggota yang telah melayani angkutan antarpulau secara berjadwal, teratur dan tetap.

Untuk jalur angkutan Jakarta-Surabaya sebenarnya masih terdapat porsi kargo transhipment ke Indonesia Timur dari Jakarta via Surabaya, dan juga sebaliknya terdapat kargo transhipment ke Indonesia Barat dari Surabaya via Jakarta.

INSA memandang kargo transhipment ini juga perlu didukung dengan ikut diperhitungkan dalam program pengurangan tarif terminal handling charge (THC) pelabuhan, sehingga yang selama ini banyak melalui jalur darat bisa ikut beralih porsinya melalui angkutan laut.

“Itu [pandangan]  hasil diskusi di INSA, yang kontribusi dari semua pelayaran pada pekan lalu,” ujar Budi Hartono, Ketua Bidang Angkutan Kontainer DPP INSA, Selasa (17/3).

INSA mengharapkan pemerintah selaku penyedia infrastruktur dapat meninjau ulang penerapan tarif container handling charge (CHC) pelabuhan, terutama bagi kontainer kosong.

Selama ini anggota INSA sudah menjalani angkutan liner Jakarta-Surabaya-Jakarta, dengan digabungkan dengan ke pelabuhan  lain, lantaran rate yang ditawarkan angkutan Jakarta-Surabaya yang masih kurang kompetitif, sehingga dengan pengurangan tarif CHC pelabuhan ini bisa lebih ikut berkontribusi dalam mengurangi beban jalur darat.

INSA juga memandang optimalisasi angkutan laut Jakarta-Surabaya  ini pun harus didukung dengan regulasi yang konsisten untuk angkutan darat yang ada selama ini. Regulasi yang dimaksud adalah batas muatan kendaraan dengan kepentingan keselamatan lalu lintas.

Ketua Umum INSA Carmelita Hartoto mengatakan, program ini juga masih melibatkan perpanjangan dari dan ke pelabuhan (dooring service) yang juga diharapkan untuk ikut mendukung karena porsi cost dooring yang tidak bisa terpisahkan dari seluruh proses angkutan laut Jakarta-Surabaya.

“Karena kalau tidak ikut mendukung, maka akan menjadi cukup mahal juga pada keseluruhan proses, sementara pemerintah melalui Kemenhub dan Pelabuhan Indonesia sudah mengurangi komponen CHC di pelabuhan untuk mengoptimalisasi program tol laut  Jakarta-Surabaya ini.”

Tag : insa, transhipment, angkutan laut
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top