Indosat Rampungkan Proyek Modernisasi Jaringan Senilai Rp7,2 Triliun

PT Indosat Tbk. telah merampungkan proyek modernisasi jaringan berteknologi U900 dan DC-HSPA+ terhadap 8.300 site BTS di 23 kota di Indonesia, dengan nilai investasi ditaksir mencapai Rp7,2 triliun.
Surya Mahendra Saputra | 02 Maret 2015 19:52 WIB
Dua petugas memantau pergerakkan satelit di fasilitas Data Center - Disaster Recovery Center (DC-DRC) Indosat, Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat - Antara

Bisnis.com, MEDAN - PT Indosat Tbk. telah merampungkan proyek modernisasi jaringan berteknologi U900 dan DC-HSPA+ terhadap 8.300 site BTS di 23 kota di Indonesia, dengan nilai investasi ditaksir mencapai Rp7,2 triliun.

Head of Region Sumatra for Indosat, Swandi Tjia mengatakan modernisasi jaringan itu akan memberikan pengalaman terbaik bagi pengguna layanan karena menghadirkan kecepatan akses data hingga 42 Mbps.

“Jaringan baru Indosat salah satunya hadir di Medan, bagian dari 23 kota itu. Program modernisasi akan dilanjutkan ke area berikutnya karena sampai saat ini baru mencakup 50% dari total site BTS [base transceiver station] secara nasional,” ujarnya, Senin (2/3).

Di wilayah kerjanya, Swandi memerinci modernisasi jaringan telah diterapkan di empat kota a.l Medan, Padang, Pekanbaru, Batam, serta dua kota di Sumatra bagian selatan.
Sepanjang tahun lalu, perseroan telah menggunakan 80% dari porsi belanja modal (capital expenditure/capex) yang berkisar Rp8 triliun hingga Rp9 triliun guna memastikan ekspansi jaringan terselenggara di sejumlah site BTS.

“Saya belum tahu capex untuk [modernisasi jaringan] tahun ini, yang pasti penetrasi harus jalan terus,” tegasnya.

Head of Network Optimization for Indosat Joko Riswadi menambahkan proyek modernisasi merupakan bagian dari strategi evolusi jaringan yang dikembangkan perseroan, sekaligus menjadi tolak ukur kompetisi di industri telekomunikasi.

“Optimalisasi jaringan ini menghadirkan kualitas terbaik, dengan high speed data, 4G ready, HD voice, serta sinyal yang lebih stabil di indoor maupun outdoor,” terangnya.
Sejak tahun lalu, Indosat memang telah memutuskan ambil bagian dalam layanan komersial seluler generasi keempat 4G-LTE dengan lebar pita 5 MHz pada frekuensi 900 MHz.

Joko menjelaskan kunci utama kesuksesan Indosat dalam persaingan layanan komersial 4G-LTE mencakup network modernization yang akan menghadirkan kapasitas bandwidth lebih lebar, network operation and maintenance yakni pemeliharaan jaringan dengan standar tinggi.

Selanjutnya, network optimization memungkinkan peningkatan kemampuan jaringan serta network benchmarking guna mengukur kapasitas jaringan Indosat dengan sejumlah kompetitor di industri.

“Benchmarking menjadi sangat penting, dan kami selalu meminta orang ketiga untuk memonitor kemampuan jaringan yang dimiliki Indosat,” katanya.

Dengan suksesnya proyek modernisasi jaringan dan rangkaian strategi pendukungnya, Indosat percaya diri menjaring lebih banyak pengguna layanan data.

Sejak jaringan diperbarui per 28 Oktober 2014, konsumsi layanan data diklaim melambung 197% sampai dengan kuartal pertama tahun ini.

Perseroan juga menargetkan pertumbuhan 60% jumlah customer di regional Sumatra dari total pengguna existing saat ini mencapai 1,3 juta pelanggan aktif.

“Kami yakin menjadi pemimpin pasar layanan data di Indonesia, dengan program modernisasi jaringan yang konsisten,” ucapnya.

Indosat kini diperkuat 477 BTS berteknologi 2G, 236 BTS berteknologi 3G, serta 320 BTS berteknologi U900.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
indosat

Editor : Bambang Supriyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top