Industri Komponen Minta Kemenperin Tepati Janji Soal Proyek Listrik 7.000 MW

Kalangan industri komponen menanti realisasi janji Kementerian Perindustrian dalam memberikan proyek pembangkit listrik 7.000 megawatt kepada industri dalam negeri.
David Eka Issetiabudi | 02 Februari 2015 20:09 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Kalangan industri komponen menanti realisasi janji Kementerian Perindustrian dalam memberikan proyek pembangkit listrik 7.000 megawatt kepada industri dalam negeri.

Ketua Umum Asosiasi Industri Ketel Uap dan Bejana Bertekanan Indonesia (Akubbi) Eko Suliano mengatakan keberpihakan dengan industri dalam negeri harus dihadirkan yang selama ini malah lebih perhatian pada industri negara lain.

“Pembangunan pembangkit listrik terdahulu dibangun dengan dana pinjaman luar negeri, sehingga industri yang ikut juga dari luar. Maka dari itu, sekarang kami mengharapkan proyek pembangunannya diutamakan untuk industri dalam negeri,” katanya seusai bertemu Menteri Perindustrian Saleh Husin, Senin (2/2/2015).

Bicara komponen (ketel) industri dalam negeri bisa memproduksi sebesar 100.000 megawatt dan sudah terbiasa ekspor beberapa negara a.l Eropa, Amerika dan Afrika.

Eko mengharapkan proyek pembangkit listrik sebesar 35.000 mw yang dicanangkan pemerintah harus dapat dinikmati oleh industri dalam negeri. Menurutnya, Kemenperin telah mengetahui kondisi industri ketel nasional, tinggal menunggu realisasi janji tersebut.

“Bicara standardisasi kami siap diadu, kalau sudah bisa ekspor bukankah kami berdaya saing,” tambahnya.

Tag : pembangkit listrik, kemenperin
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top