2015, Huawei Bidik Pendapatan US$56 Miliar

Vendor perangkat telekomunikasi asal Tiongkok Huawei Technologies Co. Ltd memprediksi total pendapatan sepanjang 2015 akan meningkat 20,43% menjadi US$56 miliar atau setara RMB349,47 miliar. Sedangkan total pendapatan 2014 dibukukan US$46,5 miliar atau setara RMB290,18 miliar (renminbi/yuan).
Sanjey Maltya | 02 Februari 2015 15:16 WIB
Produk smartphone Huawei - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA-Vendor perangkat telekomunikasi asal China Huawei Technologies Co. Ltd memprediksi total pendapatan tahun ini meningkat 20,43% menjadi US$56 miliar atau setara RMB349,47 miliar.

Adapun total pendapatan 2014 dibukukan US$46,5 miliar atau setara RMB290,18 miliar (renminbi/yuan).

Dari sisi consumer business group, perusahaan mencatat pendapatan sepanjang 2014 sebesar US$12,2 miliar atau meningkat sekitar 30% dari periode tahun sebelumnya dengan tingkat pertumbuhan pengapalan meningkat 7,8% menjadi 138 juta perangkat pada 2014. Jumlah tersebut termasuk 75 juta ponsel pintar.

Chief Executive Officer Consumer BG Huawei Technologies Richard Yu menjelaskan strategi perusahaan kini fokus pada produk premium kelas menengah ke atas yang bertumbuh 18%, di samping brand awareness.

"Pengaruh merek perusahaan di dunia terus meningkat, bahkan telah menjadi perusahaan pertama di dataran Tiongkok yang berhasil masuk dalam daftar Interbrand's Top 100 Global Brands 2014," ujar Yu dalam keterangan pers, Senin (2/1).

Dia menjelaskan, yang juga menjadi catatan penting perusahaan adalah pertumbuhan signifikasi dalam kontribusi pendapatan saluran terbuka, termasuk e-commerce yang berkontribusi 41% terhadap total pendapatan.

"Hingga akhir 2014, perusahaan memiliki 630 outlet fisik sebagai kontribusi atas peningkatan pengalaman belanja ritel online dan offline bagi konsumen."

Khusus brand awareness, Yu mengutip hasil lembaga riset Perancis Ipsos yang meliputi 32 negara. Hasil riset mengungkap, brand awareness perusahaan meningkat dari 52% pada 2013 menjadi 65% pada 2014. Bahkan menurut Ipsos, konsumen yang telah merekomendasikan perangkat besutan perusahaan kepada orang lain menyentuk angka 43% sekaligus menempati tiga besar merek ternama.

Vice President Marketing Consumer BG Huawei Technologies Shao Yang menambahkan strategi dual-merek Huawei dan Honor terbukti sukses mencipta sinergi atas peningkatan brand awareness dalam penguasaan pangsa.

"Merek Huawei mengkonsolidasikan posisinya dalam ponsel pintar kelas menengah ke atas, sementara merek Honor memantapkan diri sebagai merek kuat sekaligus populer di kalangan konsumen digital," paparnya melalui keterangan pers.

Dia memperjelas, strategi perusahaan kini memanfaatkan peluang di internet dengan daya guna internet of things and car networking yang dipercaya akan mewujudkan terobosan di pelbagai bidang bisnis termasuk produk, merek, pemasaran, saluran ritel, dan e-commerce.

"Huawei consumer BG fokus dalam pemasaran produk unggulan demi membangun citra merek sebagai simbol inovasi ke dalam kelas menengah atas. Sementara merek Honor fokus pada bisnis internet untuk mereplikasi model bisnis online yang sukses ke pasar luar negeri," pungkasnya.

Sebelumnya, Chief Financial Officer Huawei Meng Wanzhou mengakui ada dua hal utama yang mendasari stabilitas pertumbuhan bisnis global perusahaan pada 2014. "Pertama, penguatan core values [nilai inti] perusahaan yakni menjadi lebih berorientasi kepada konsumen, membina karyawan yang berdedikasi sebagai landasan utama, dan memperkuat komitmen terhadap dedikasi," jelasnya melalui keterangan pers, Rabu (21/1).

Sedangkan yang kedua, lanjutnya, yakni mengimplementasikan transformasi manajemen dan organisasi secara kontinu yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi serta meningkatkan semangat dan inspirasi di seluruh jajaran organisasi.

Dia menjelaskan, secara umum peningkatan atas pendapatan disokong oleh tiga lini bisnis inti, yakni portofolio carrier network business yang meningkat 15%, enterprise business bertumbuh 27%, dan consumer business yang melonjak sekitar 32%.

 

Sumber: Huawei, 2015

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
huawei

Editor : Bambang Supriyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top