BISNIS PERIKANAN: Pertengahan September RI Bisa Ekspor ke Rusia

Pemerintah berjanji mengupayakan pembukaan kran perdagangan ikan dengan Rusia dan akan mulai kembali terjalin pada pertengahan bulan ini.
Tegar Arief | 02 September 2014 20:59 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintah berjanji mengupayakan pembukaan kran perdagangan ikan dengan Rusia dan mulai kembali terjalin pada pertengahan bulan ini.

"Target kita pertengahan sudah bisa ekspor lagi," kata Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Saut Hutagalung kepada Bisnis.com, Selasa (2/9/2014).

Perdagangan ikan antara Indonesia dan Rusia terhenti sejak 1 Juli 2013 lalu karena negara di Eropa Timur itu mencurigai hasil laut Indonesia terkandung radiasi nuklir.

Saut mengatakan sampai saat ini pemerintah terus melakukan berbagai lobi dengan Rusia. Lobi terakhir dilakukan 1 Juli 2014 lalu.

Saat itu pemerintah Indonesia menggelar pertemuan dengan pihak Rusia di Kota Moskow.

Dalam pertemuan disepakati Rusia mengizinkan dibukanya pintu impor ikan asal Indonesia dalam waktu dekat.

Namun persetujuan itu disertai berbagai syarat, di antaranya pihak Indonesia harus melakukan evaluasi seluruh eksportir sehingga bisa memenuhi standar yang ditetapkan negara sosialis tersebut.

Syarat lain adalah produk kelautan yang diekspor Indonesia harus bebas zat arsenik dan radioaktif nuklir.

"Pada prinsipnya Rusia siap impor ikan kita. Hanya saja mereka ingin ekspor dilakukan oleh perusahaan Indonesia yang memenuhi persyaratan dari mereka," sambungnya.

 

Tag : perikanan
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top