ESDM Gandeng Gaikindo Genjot Kendaraan Berbasis Gas

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral akan menggandeng Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) untuk menggenjot jumlah kendaraan yang menggunakan bahan bakar gas.
Lukas Hendra TM | 02 Juli 2014 15:12 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral akan menggandeng Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) untuk menggenjot jumlah kendaraan yang menggunakan bahan bakar gas.

Menteri ESDM Jero Wacik mengungkapkan pihaknya telah melakukan beberapa kali pertemuan dan kini pihaknya masih dalam tahap finalisasi rencana tersebut.

Pasalnya, Wacik berharap dengan meningkatnya jumlah pengguna bahan bakar gas maka pasar gas yang selama ini dikhawatirkan oleh penjual dapat terbentuk.

Menurutnya, prioritas pemerintah saat ini adalah membangun stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG). Asumsinya, dengan meningkatnya jumlah kendaraan yang menggunakan gas, maka SPBG yang dibangun akan bernilai ekonomis.

“Sebetulnya pengusaha itu kan tergantung bisnisnya. Saya sedang berpikir, penggunanya yang harus kita naikkan. Saya mau mengajak Gaikindo karena kendaraan yang menggunakan bahan bakar gas masih sedikit,” katanya, Selasa (1/7/2014).

Selain itu, dia juga berharap agar seluruh kendaraan bermotor dapat menggunakan dual engine machine. Dia menjelaskan prosesnya sama seperti kendaraan yang belum menggunakan AC  dan beralih menggunakan AC.  Pemilik kendaraan tinggal datang ke bengkel untuk dipasangkan konverter kit.

“Bikin seperti pasar biasa. Kalau makin banyak mobil yang memakai konverter kit, pasti harganya lebih murah. Selain itu juga ramah lingkungan dan merupakan produksi dalam negeri,” ujarnya.

Bisnis mencatat, pemerintah menargetkan jumlah SPBG hingga tahun 2014 dapat mencapai 71 unit dan mobile refueling unit (MRU) 13 unit. Padahal, pada 2013 hanya berhasil membangun 32 SPBG dan 6 MRU. 

Rencananya, pada 2014 pemerintah berencana membangun 10 SPBG dan 4 MRU di Jabodetabek dan 4 SPBG di Semarang. Khusus, di Jawa Barat akan dibangun mini LNG plant dan  stasiun LCNG yang semuanya akan didanai menggunakan APBN.

Namun, yang akan menggunakan dana swasta akan dibangun oleh PT Pertamina dan PT Perusahaan Gas Negara.

Pertamina akan membangun sebanyak 10 SPBG dan 3 MRU yang seluruhnya berlokasi di Jabodetabek sedangkan PGN akan membangun  6 SPBG di Jabodetabek, 2 SPBG di Jawa Timur dan 1 SPBG di Riau.

 

Tag : industri otomotif, gaikindo
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top