Prospektif, Pemanfaatan TIK untuk Bidang Kesehatan

Pengembang aplikasi di Indonesia dapat memanfaatkan potensi bisnis dari aplikasi dan sistem informasi untuk segmen kesehatan yang saat mulai banyak dibutuhkan baik untuk pengguna personal atau end user dan juga untuk kebutuhan sebuah institusi atau perusahaan di bidangnya
Ria Indhryani | 02 Juli 2014 16:37 WIB
Alat kontrol kesehatan. Pemanfaatan TIK untuk bidang kesehatan prospektif

Bisnis.com, BANDUNG--Pengembang aplikasi di Indonesia dapat memanfaatkan potensi bisnis dari aplikasi dan sistem informasi untuk segmen kesehatan yang saat mulai banyak dibutuhkan baik untuk pengguna personal atau end user dan juga untuk kebutuhan sebuah institusi atau perusahaan di bidangnya

PT Inditek Global Medika merupakan dalah satu start-up asal Bandung yang fokus dalam mengembangkan berbagai aplikasi dan sistem informasi pada berbagai bidang kesehatan.

CEO Inditek Global Medika Susetyo Bagas Bhaskoro mengungkapkan sejauh ini belum banyak pengembang aplikasi atau start-up di Indonesia yang mencoba fokus untuk memberikan solusi informasi pada segmen kesehatan.

 "Berbeda dengan negara lain, di sini aplikasi dan sistem informasi bidang kesehatan masih cukup terbatas. Padahal banyak yang dapat dimanfaatkan seperti sistem informasi ringan kebutuhan end user atau personal dan kebutuhan institusi atau perusahaan," katanya, Rabu (2/7/2014).

Menurutnya, sistem informasi atau aplikasi untuk user personal dapat dihadirkan pada beragam fungsional karena semakin luasnya dan juga terus berkembangnya bidang kesehatan tersebut.

Sementara untuk enterprise baik itu institusi atau pemerintah, aplikasi bidang kesehatan dapat dikembangkan untuk jejaring layanan kesehatan serta pengelompokan informasi dalam bentuk dashboard baik untuk management dan operasional ataupun untuk perkembangan teknologi.

"Sayangnya banyak pelaku atau developer yang masih enggan untuk melirik segmen kesehatan ini dikarenakan beberapa hal seperti minat pasar dan juga tingkat kesulitan dalam mengembangkan."

Bagas mengatakan secara umum memang dibutuhkan sebuah ketelitian khusus dalam mengolah informasi untuk aplikasi bidang kesehatan tersebut dikarenakan banyaknya parameter pengolahan data yang digunakan. Tidak hanya itu, juga dibutuhkan bantuan dari ahli khusus dalam bidang kesehatan sehingga akurasi informasi yang diberikan tetap terjaga.

Sementara itu, GITS Indonesia salah satu pengembang aplikasi mobile mengungkapkan pihaknya pernah mengembangkan aplikasi berbasis kesehatan yang ditujukan untuk puskesmas dengan nama Puskesmas Mobile.

 CEO GITS Indonesia Ibnu Sina Wardy mengungkapkan Puskesmas Mobile merupakan aplikasi yang dihadirkan untuk Puskesmas dan dapat digunakan untuk menginput data pasien oleh bidan.

 "Puskesmas Mobile merupakan aplikasi khusus untuk kebutuhan puskesmas dan jika ingin memperluas pasar aplikasinya maka pemerintah harus mendorong perkembangan teknologi ini," katanya.

 Secara umum Ibnu menilai minat atau pasar dari aplikasi bidang kesehatan memang masih kurang, sehingga dibutuhkan pertimbangan khusus untuk kembali mengembangkan aplikasi serupa.

 

Tag : kesehatan
Editor : Ismail Fahmi

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top