EKSPOR CPO: Pengiriman dari Sumut Berpotensi Menurun

Penurunan ekspor CPO Sumut diperkirakan terjadi karena jumlah produksi akan terhambat pengetatan areal pengembangan sawit.
Febrany D. A. Putri | 02 April 2014 16:00 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, MEDAN -- Nilai ekspor crude palm oil (CPO) atau minyak sawit dari Sumatra Utara diproyeksi menurun sepanjang tahun ini.

Penurunan ekspor CPO Sumut diperkirakan terjadi karena jumlah produksi akan terhambat pengetatan areal pengembangan sawit.

Tak hanya itu, Sekretaris Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Sumut Timbas P. Ginting menyebutkan, penurunan nilai ekspor juga akan terjadi akibat penerapan peningkatan bahan bakar fosil biofuel (biodiesel) menjadi 10%.

"Pemerintah juga mulai menggalakkan hilirisasi, sehingga nilai ekspor CPO Sumut pada tahun ini bisa menurun. Namun, untuk produksi mungkin akan meningkat karena kebutuhan dalam negeri untuk biodiesel juga meningkat," ujar Timbas kepada Bisnis, Rabu (2/4/2014).

Kendati demikian, Timbas menuturkan, pengalihan pasokan minyak sawit untuk dalam negeri justru mampu meningkatkan harga Tandan Buah Segar (TBS).

Saat ini, lanjutnya, harga CPO sudah meningkat berkisar Rp2.000 per kg.

Selain itu, pengalihan pasokan untuk kebutuhan dalam negeri juga dapat memperkuat industri hilir minyak sawit.

Dengan begitu, Timbas berharap, nantinya Sumut dan Indonesia pada umumnya justru mendapatkan nilai tambah dari produksi hilir minyak sawit tersebut.

Timbas menyebutkan, sepanjang tahun ini ekspor CPO masih menjadi andalan Sumut.

Selain China dan India, Sumut juga akan agresif menyasar pasar negara-negara di kawasan Asia seperti Pakistan.

"Untuk pasar Eropa, kami yakin meski ada kampanye negatif,  tidak akan berpengaruh signifikan terhadap permintaan mereka. Itu hanya masalah persaingan dagang," tambah Timbas.

Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut pada Januari-Februari 2014, total nilai ekspor masih lebih kecil dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Kendati demikian, nilai ekspor pada Februari 2014 justru meningkat dibandingkan Januari 2014.

Kepala Bidang Distribusi Statistik BPS Sumut Bismark S. Pardamean memaparkan, total nilai ekspor CPO selama Januari-Februari 2014 hanya mencapai US$642,57 juta atau menurun 11,23% dibandingkan dengan 2013 US$723,9 juta.

Untuk Februari 2014, total nilai ekspor CPO mencapai US$377,32 juta atau meningkat 42,25% dibandingkan Januari 2014 sebesar US$265,25 juta.

"Ekspor CPO masih terus mendominasi di antara komoditas lainnya di Sumut.

Total nilai eksor melalui pelabuhan muat di Sumut pada Februari 2014 mencapai US$829,79 juta atau meningkat 2,54% year on year dan meningkat 15,23% month to month.

Tag : cpo
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top