Pesawat Garuda Indonesia tujuan Jakarta-Makassar Delay 3 Jam

Pesawat Garuda Indonesia tujuan Jakarta-Makassar mengalami penundaan penerbangan (delay) selama 3 jam, karena permasalahan teknis pesawat yang berkode penerbangan GA 618.
Hendri Tri Widi Asworo | 02 Maret 2014 12:30 WIB
Pesawat Garuda sedang bongkar kargo - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA--Pesawat Garuda Indonesia tujuan Jakarta-Makassar mengalami penundaan penerbangan (delay) selama 3 jam, karena permasalahan teknis pesawat yang berkode penerbangan GA 618.

Berdasarkan pantauan Bisnis, Minggu (2/3/2014), pesawat seharusnya berangkat dari bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tanggerang, pukul 11.00 WIB. Namun, saat para penumpang melakukan ceck in sekitar pukul 9.00-10.00 WIB diberi informasi pesawat delay.

 

Pesawat tersebut dinyatakan delay hingga pukul 14.55 WIB. "Silahkan Bapak meminta info ke bagian informasi," kata petugas boarding kepada Bisnis.

 

Kemudian, petugas informasi bernama Nandi, menyampaikan bahwa pesawat GA 618 yang sedianya berangkat ke Makassar saat ini masih tertahan di Pontianak.

 

"Pesawat mengalami kendala teknis. Saat ini masih dalam perbaikan. Jadi pesawat delay hingga 14.55 WIB," ujarnya.

 

Dengan kabar tersebut sejumlah penumpang emosi. Pasalnya ada beberapa penumpang yang harus melanjutkan penerbangan dengan pesawat lain ke Kendari dan Manado.

 

Beberapa penumpang juga marah karena akan melakukan pertemuan pada malam hari ini. "Lebih baik saya batal kalau kayak gini," kata Febri warga Serpong, Tanggerang Selatan.

 

Sesaat kemudian Nandi menyampaikan bahwa akan memperpendek delay dengan keberangkatan pukul 13.40 WIB. Menurutnya,  penumpang akan diangkut dengan menggunakan pesawat Garuda dari Singapura.

 

Namun, ada beberapa penumpang yang masih menggerutu dan meminta hak keterlambatan serta diakomodasi penerbangan lanjutan berikutnya.

Beberapa penumpang diberikan fasilitas makan siang  sesuai dengan aturan pemerintah atas keterlambatan maksimal 3 jam.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
garuda indonesia

Editor : Ismail Fahmi

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top