PT LEN Kembangkan Sistem Pertahanan Rudal Star Streak

Vice President Manajemen, Strategi dan Operasi PT LEN Bambang Iswanto mengatakan investasi pertama adalah kerjasama pihaknya bersama Thales, Perancis dalam membangun instalasi terintegrasi sistem pertahanan peluru kendali Star Streak.
Wisnu Wage Pamungkas | 02 Maret 2014 16:39 WIB
Rudal Star Streak - thalesgroup

Bisnis.com, BANDUNG-- PT LEN Industri (Persero) membidik kenaikan laba dari upaya menggenjot sejumlah rencana investasi di sejumlah daerah pada 2014 ini.

Vice President Manajemen, Strategi dan Operasi PT LEN Bambang Iswanto mengatakan investasi pertama adalah kerjasama pihaknya bersama Thales, Perancis dalam membangun instalasi terintegrasi sistem pertahanan peluru kendali Star Streak.

“Kami siap berinvestasi Rp176 miliar dalam proyek kerjasama ini,” kata Bambang di Bandung, akhir pekan lalu.

Rencananya, pembangunan instalasi tersebut akan mengambil lokasi di areal seluas 10 hektar di Subang.

Kehadiran instalasi bernama LEN Techno Park tersebut menurutnya selain dalam kaitan kerjasama juga meningkatkan kapasitas produksi solar modul, yang merupakan sumber energi terbarukan.

"Kapasitasnya naik menjadi 30 MWP. Sebelumnya, 10 MWP," katanya.

Kerjasama dengan Thales sudah terjalin sejak 2009 lalu, dimana kedua pihak bersepakat memproduksi radio komunikasi militer.

Menurut Bambang, belanja pertahanan dalam negeri sangat besar, namun kurang terserap oleh kemampuan dalam negeri.

Selama ini, kebanyakan dana itu masuk ke PT Pindad, padahal PT Len pun memiliki teknologi untuk mengembangkan roket.

Rencana investasi lainnya adalah menjadi operator produksi tenaga surya di Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Di Kupang, pihaknya berinvestasi sekitar Rp 130 miliar. Peluang ini didapat setelah pihaknya menjalin kontrak jangka panjang, selama 20 tahun dengan provinsi tersebut.

Menurutnya dengan rencana dan investasi besar ini, pihaknya memprediksi bisa menggenjot laba BUMN tersebut pada 2014.

Tahun lalu PT LEN mencatat pendapatan sebelum audit senilai Rp 2,06 triliun yang berasal dari penjualan sejumlah produk unggulan.

Tercatat produk railway transportation menyumbang penjualan sebesar Rp1,34 triliun.

Disusul produk navigasi senilai Rp 434,9 miliar dan energi terbarukan Rp 263,7 miliar.

Sementara produk Information and Communication Technology sejumlah Rp 123.9 miliar.

Direktur Utama LEN Industri Abraham Mose mengatakan, prospek bisnis pada bidang teknologi di 2014 sangat tinggi.

LEN diharapkan dapat menguasai pasar nasional dan internasional. “Ke mampuan bisnis kami diharapkan membawa LEN Indus tri mandiri secara teknologi dan berdaya saing global,” katanya.

Pihaknya berharap ekspansi LEN di 2014 meningkatkan pendapatan perusahaan dari pertumbuhan di 2013 sebesar 8%.

Pada 2013 lalu pihaknya meraup keuntungan bersih sebesar Rp 71 miliar. Angka itu, dinilai lebih tinggi 8 % daripada realisasi 2012.

Ia mengakui bisnis bidang pertahanan saat ini masih yang terkecil yang digarap PT LEN Industri.

Untuk itu, perusahaan berencana meningkatkan kapasitas pasar untuk bisnis pertahanan, khususnya pada bidang elektronik. “Tahun 2014 kami memproyeksikan laba bersih tumbuh 15% ,” katanya.

Tag : pertahanan, pt len
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top