SpeedUp Siap Jual Tablet Ke Luar Negeri

Bisnis.com, JAKARTA--PT MLW Telecom, pemilik merek SpeedUp, akan ekspansi ke luar negeri untuk memasarkan tablet. SpeedUp akan masuk di Amerika Serikat, Rusia, Hong Kong, Srilangka, India, dan Afrika Selatan.
Thomas Mola | 02 Agustus 2013 03:45 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--PT MLW Telecom, pemilik merek SpeedUp, akan ekspansi ke luar negeri untuk memasarkan tablet. SpeedUp akan masuk di Amerika Serikat, Rusia, Hong Kong, Srilangka, India, dan Afrika Selatan.

SpeedUp menilai perangakat tablet secara value lebih menguntungkan sehingga akan fokus mengembangkan tablet dibandingkan produk lain seperti modem, router dan perangkat komunikasi lainnya.

Product and Marketing Director PT MLW Telecom Rahmad Widjaja Sakti mengatakan secara global perangkat tablet sedang mengalami perkembangan pesat. Di banyak negara permintaan akan tablet terus meningkat sementara persediaan di pasaran masih terbatas.

"Targetnya kuartal IV/2013 akan masuk di pasar Amerika dengan skema business to business (B to B) dengan mitra di sana," ujar Rahmad di sela-sela peluncuran tablet terbaru SpeedUp Pad Phone di Jakarta, Kamis (1/8/2013).

Rahmad mengatakan tablet yang sedang disiapkan untuk ekspansi ke negara lain itu adalah tablet 7,8 inci yang pernah dipamerkan di Computex 2013, Taipe, Juni kemarin. Tablet itu mendapat sambutan positif dari para pengunjung dan saat ini terus disempurnakan agar sesuai dengan kebutuhan negara yang disasar.

Rahmad menjelaskan kebutuhan pasar tablet tiap negara berbeda-beda sehingga pihaknya perlu melakukan kajian untuk memastikan tablet SpeedUp diterima di pasar. Pasar Indonesia sendiri menurutnya menginginkan tablet dengan banyak aplikasi. SpeedUp mengaku cukup kuat karena telah mengembangkan toko aplikasi  bernama SpeedUp Studio sejak 2010.

Setiap tablet SpeedUp akan memiliki 2 toko aplikasi yakni SpeedUp Studio dan Google Play yang berbasis Android. SpeedUp Studio telah memiliki 850.000 aplikasi dengan porsi aplikasi lokal berada di atas 50%. SpeedUp Studio merupakan buah kerja sama SpeedUp dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk pengembangan aplikasi lokal.

Pihak SpeedUp menargetkan pada tahun ini jumlah aplikasi di SpeedUp Studio dapat mencapai 1 juta aplikasi. Skema bisnis aplikasi di SpeedUp ialah 70% untuk pembuat aplikasi dan 30% untuk SpeedUp. Aplikasi itu menggunakan sistem potong pulsa berkat kerja sama SpeedUp dengan operator selular.

“Aplikasi yang masuk syaratnya sangat mudah yakni buat perjanjian lalu kita seleksi untuk memastikan keamaan dan kemudian sudah bisa tanyang di SpeedUp Studio. Proses itu hanya butuh waktu 3 hari,” ujar Rahmad.

Selain aplikasi, Rahmat mengatakan tampilan layar juga sangat penting untuk sebuah tablet. Tablet terbaru SpeedUp Pad Phone sudah memiliki layar 7 inci dengan 1024x600 pixel. SpeedUp menggandeng Carrefour untuk memasarkan produk sehingga tablet anyar ini akan tersedia di seluruh Carrefour di Indonesia. Tablet ini akan dijual seharga Rp1,3 juta.  Khusus untuk selama lebaran, tablet ini dipasarkan seharga Rp1 juta.  

Rahmad mengatakan tablet SpeedUp Pad Phone menyasar penggunjung Carrefour khususnya keluarga muda yang ingin memiliki tablet untuk keluarga. Pihaknya menargetkan dalam 2 hingga 3 bulan ke depan tablet ini dapat terjual sebanyak 15.000 unit.

“Dengan banyak aplikasi di dalam SpeedUp Studio, kami menawarkan pengalaman berbeda. Tablet ini dapat digunakan untuk bermain, belajar, dan berdoa,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
speedup

Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top