Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BOEING 787 DREAMLINER: Pesawat Alami Gangguan, Lion Air Tetap Beli 5 Unit

JAKARTA-- Meski pesawat jenis Boeing 787 Dreamliner tengah mengalami gangguan dan sejumlah maskapai dunia menghentikan operasi pesawat jenis ini, maskapai Lion Air tetap akan mendatangkan lima unit pesanannya karena sudah melakukan pembayaran uang muka.Direktur
- Bisnis.com 29 Januari 2013  |  13:33 WIB

JAKARTA-- Meski pesawat jenis Boeing 787 Dreamliner tengah mengalami gangguan dan sejumlah maskapai dunia menghentikan operasi pesawat jenis ini, maskapai Lion Air tetap akan mendatangkan lima unit pesanannya karena sudah melakukan pembayaran uang muka.

Direktur Umum Lion Air Edward Sirait mengatakan keputusan untuk membeli lima unit Boeing 787 Dreamliner langsung dari pabrikan belum ada perubahan hingga sejauh ini.

"Kami masih pada klausul kontrak pembelian dengan Boeing Company, dan dijadwalkan kelima pesawat Boeing 787 dikirim pada 2015. Jika sudah waktunya pengiriman, ternyata pesawat Dreamliner masih bermasalah, baru nanti akan diambil langkah selanjutnya," kata Edward, Selasa (29/1).

Edward menambahkan perusahaannya telah melakukan pembayaran uang muka untuk kelima pesawat tersebut, sehingga tidak bisa langsung membatalkan pembelian kelima pesawat B787 tersebut.

"Pembayaran uang muka sebagai tanda jadi pembelian pesawat itu rata-rata 5%-20% dari harga pesawat,tergantung profil perusahaan yang beli, apakah sudah banyak pesawat yang diterbangkan dengan penumpang yang banyak juga, ini terkait dengan kemampuan bayarny," kata Edward.

Maskapai Lion Air telah melakukan kontrak pembelian lima unit Boeing 787 Dreamliner dari pabrikan asal AS ini senilai total US$967,5 juta, dan baru akan tiba pada 2014 secara bertahap.

Menurut Bloomberg, pabrikan Boeing Company telah menghentikan pengiriman pesawat B787 Dreamliner hingga Federal Aviation Administration (FAA), regulator penerbangan sipil Amerika Serikat, memberikan persetujuan kelayakan terbang terutama menyangkut baterai ion lithium yang mudah terbakar.

Penghentian pengiriman pesawat Boeing 787 ini dampak dari larangan terbang atau grounded FAA pada 16 Januari yang diikuti oleh regulator di seluruh dunia, sehingga mempengaruhi sekitar 50 pesawat yang harusnya sudah dikirim ke maskapai pemesan di sejumlah negara.


“Pihak berwenang tidak akan mengizinkan Boeing mengirimkan pesanan sampai mereka yakin100%  bahwa pesawat aman,” kata Menteri Transportasi Amerika Serikat Ray LaHood, yang mengawasi lembaga FAA.

LaHood mengatakan pesawat B787  akan menjalani peninjauan keamanan oleh FAA. Selama peninjauan ini, pesawat super jumbo ini tidak  boleh terbang dulu.


Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan Bambang S. Ervan mengatakan belum ada maskapai nasional termasuk Lion Air yang mengajukan permohonan validasi sertifikat pesawat Boeing 787 Dreamliner. Validasi ini merupakan kewajiban untuk mendatangkan pesawat ke Indonesia dari pabrikannya.


“Belum ada pengajuan validasi Boeing 787, yang ada validasi untuk Boeing 777 yakni oleh Garuda Indonesia,”  tuturnya. (if) (foto:knowtheauto.com) -
 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top