TENAGA KERJA: BNP2TKI pulangkan TKI bermasalah dari Suriah

JAKARTA: Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia memulangkan sedikitnya 1.253 orang TKI bermasalah dari Suriah sejak awal Februari sampai dengan 9 Desember 2012 dalam 55 tahap."Kepulangan mereka dilakukan atas kerja sama
TENAGA KERJA: BNP2TKI pulangkan TKI bermasalah dari Suriah
Jessica Nova - Bisnis.com 27 Desember 2012  |  09:17 WIB

JAKARTA: Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia memulangkan sedikitnya 1.253 orang TKI bermasalah dari Suriah sejak awal Februari sampai dengan 9 Desember 2012 dalam 55 tahap."Kepulangan mereka dilakukan atas kerja sama KBRI Damaskus, Kemenlu, dan BNP2TKI, karena situasi politik Suriah dari Maret 2011 semakin memanas," Kasubdit Pelayanan Kepulangan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Budiman Pasaribu, Kamis (27/12/2012).Menurut dia, para TKI bermasalah itu merupakan bagian dari kepulangan pekerja dari Suriah yang pemerintahannya kini dalam gejolak, sehingga daripada mengundang masalah berkepanjangan maka mereka dipulangkan.Berdasarkan data dari Balai Pelayanan Kepulangan (BPK) TKI Selapajang Tangerang, sampai dengan 11 Desember 2012, terjadi pemulangan TKI dari Suriah sebanyak 4.752 orang.Dari jumlah itu, sekitar 1.311 orang TKI kembali secara berkelompok dengan difasilitasi pemerintah, sedangkan sebanyak 3.441 orang lainnya pulang sendiri dengan biaya pengguna jasa (majikan).Budiman menjelaskan negara itu tidak dapat memberikan jaminan perlindungan keamanan bagi semua tenaga kerja asing, termasuk TKI, apalagi sejak Agustus 2011, Indonesia menerapkan moratorium penempatan pekerja penata laksana rumah tangga.Informasi dari KBRI Damasukus dan Kementerian Luar Negeri sampai dengan 15 Desember 2012, terjadi kepulangan WNI/TKI sebanyak 1.537 orang.Jumlah itu meliputi 1.429 orang TKI, termasuk tiga jenazah yakni Rasminah binti Cartin (TKI Karawang, Jabar), Asiah binti Muhalip Aliman (TKI Lombok Barat), dan Diawati binti Cano Salim (TKI Cirebon, Jabar) dan 108 orang  mahasiswa/pelajar dan WNI lainnya.  (ra)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Basilius Triharyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top