PEMBERDAYAAN NELAYAN: Syarif janjikan Rp77 miliar ke NTB

Lombok Tengah, NTB: Menteri Kelautan dan Perikanan Syarif C Sutardjo menjanjikan anggaran program peningkatan kehidupan nelayan sebesar Rp77 miliar kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat pada 2013 untuk menekan angka kemiskinan di daerah pesisir."Anggaran
News Editor
News Editor - Bisnis.com 17 Desember 2012  |  00:32 WIB

Lombok Tengah, NTB: Menteri Kelautan dan Perikanan Syarif C Sutardjo menjanjikan anggaran program peningkatan kehidupan nelayan sebesar Rp77 miliar kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat pada 2013 untuk menekan angka kemiskinan di daerah pesisir."Anggaran untuk program peningkatan kehidupan nelayan (PKN) pada 2012 mencapai Rp2 triliun. Pada 2013 akan ditingkatkan lagi, termasuk untuk Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akan memperoleh Rp77 miliar," katanya pada acara pencanangan Pelabuhan Perikanan Pantai Teluk Awang, Kabupaten Lombok Tengah, sebagai daerah berbasis industrialisasi perikanan, di Lombok Tengah, Minggu sore.Acara tersebut juga dihadiri Menteri Perhubungan EE Mangindaan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan H Mohammad Nuh, dan Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi.Rombongan para pejabat negara tersebut datang bersama dengan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru HM Zainul Majdi dan Bupati Lombok Tengah Suhaili.Syarif mengatakan, dari Rp77 miliar yang akan diberikan kepada Pemerintah Provinsi NTB untuk mendukung program PKN pada 2013, termasuk juga alokasi anggaran untuk melanjutkan pengembangan Pelabuhan Perikanan Pantai Teluk Awang, sebagai daerah berbasis industrialisasi perikanan terpadu.Alokasi anggarannya sebesar Rp37 miliar. Nilai itu lebih besar dibandingkan yang diberikan KKP untuk pengembangan Pelabuhan Perikanan Pantai Teluk Awang, pada 2012 sebesar 29,49 miliar, sedangkan pada 2011 sebesar 3,6 miliar."Jadi kalau mau anggaran untuk pengembangan Teluk Awang lebih besar lagi, Bupati Lombok Tengah tinggal meminta pada Gubernur NTB karena kami juga sudah menambah anggaran PKN pada 2013 untuk NTB," ujarnya.Ia mengatakan, upaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk membantu Pemerintah Provinsi NTB dalam menekan angka kemiskinan di daerah pesisir, adalah meningkatkan kemampuan dan pendapatan nelayan, pembudidaya ikan, pengolah dan pemasar ikan serta pengembangan wirausaha di dalam kelompok nelayan.KKP juga sudah menyerahkan bantuan langsung kepada masyarakat dengan nilai mencapai Rp42,6 miliar pada 2012.Bantuan langsung kepada masyarakat tersebut meliputi bantuan bidang perikanan tangkap, perikanan budidaya, kelautan, pesisir dan pulau-pulau kecil dan penelitian dan pengembangan di sektor kelautan dan perikanan.Untuk bidang perikanan tangkap, diberikan bantuan berupa pengembangan usaha mina pedesaan (PUMP) perikanan tangkap bagi 89 kelompok usaha bersama (KUB) sebesar Rp8,9 miliar."Selain itu, KKP juga memberikan kartu sehat sebanyak 1.400 bidang, kartu nelayan untuk 4.931 orang dan enam unit kapal inka mina senilai Rp10 miliar," katanya.Sementara di sektor perikanan budidaya, kata Syarif, pihaknya memberikan bantuan 12 unit keramba jaring apung senilai Rp3,12 miliar, benih ikan dan bibit rumput laut senilai 829 juta, untuk pakan Rp230 juta, serta 60 paket PUMP perikanan budidaya senilai Rp3,9 miliar.Untuk bidang kelautan, pesisir dan pulau-pulau kecil, berupa bantuan program usaha garam rakyat senilai Rp10,8 miliar, bantuan prasarana pendukung pariwisata bahari di pulau-pulau kecil Rp1,86 miliar, pengembangan sarana usaha perikanan budidaya dalam mendukung minawisata Rp1,27 miliar.KKP juga memberikan bantuan untuk "solar packet dealer untuk nelayan" (SPDN) pada 2012 dengan nilai sebesar Rp725 juta dan pengembangan sumber daya manusia kelautan dan perikanan sebesar Rp650 juta.Sementara bantuan yang diberikan di bidang penelitian dan pengembangan kelautan dan perikanan, kata dia, berupa model penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi budidaya dan pengembangan kebun bibit rumput laut, bahan utama bibit rumput laut serta bahan bantu untuk kebun bibit senilai total Rp495 juta."Seluruh bantuan langsung kami berikan dengan tujuan untuk menanggulangi kemiskinan nelayan, meningkatkan daya saing dan nilai tambah yang diarahkan bagi pengembangan perikanan tangkap dengan berbasis perdesaan," ujarnya. (Antara/Bsi) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top