LEN INDUSTRI Mampu Produksi Alat Persinyalan Kerata Api

JAKARTA—Produk persinyalan kereta api dalam negeri dinilai telah mampu bersaing secara global dengan pemain internasional.
Muhamad Arsyad Paripurna | 10 Desember 2012 02:31 WIB

JAKARTA—Produk persinyalan kereta api dalam negeri dinilai telah mampu bersaing secara global dengan pemain internasional.

Direktur Utama PT Len Industri (Persero) Abraham Mose menuturkan saat ini produk perusahaan tersebut mampu bersaing dengan produk-produk global.

“Bahkan, produk kami ternyata unggul di pasar lokal,” katanya, Minggu (9/12/2012).

PT Len Industri (Persero), ujarnya, mengembangkan produk persinyalan Sistem Interlocking Len (SIL) 02, salah satu produk yang telah memperoleh sertifikat uji kelaikan operasi dalam bidang persinyalan kereta api.

Menurutnya, produk tersebut didesain dan dikembangkan sepenuhnya oleh enjinir-enjinir muda bangsa Indonesia, yang telah diaplikasikan pada jalur-jalur kereta api di beberapa stasiun di sepanjang Pulau Jawa dan Sumatera.

“Kami berusaha mendukung program penggantian persinyalan mekanik menjadi persinyalan elektrik yang dilakukan Kementerian Perhubungan,” ujarnya.

Dia mengemukakan keberhasilan salah satu BUMN tersebut dalam pengembangan SIL-02 tidak lepas dari dukungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian yang telah memberikan kesempatan kepada Len untuk mengembangkan produk ini dan produk-produk baru berikutnya, mulai dari memberikan saran desain, dukungan uji lapangan, dan dukungan pelaksanaan pengujian dan pengawalan.

“Sistem persinyalan pada perkeretaapian memberikan kontribusi yang sangat besar bagi keselamatan penumpang maupun barang,” ujarnya.

Sistem persinyalan merupakan sistem yang mengatur pergerakan kereta api, baik ketika berada di area stasiun maupun di petak jalan antara dua stasiun.

Sistem persinyalan harus menjamin semua pergerakan kereta, baik di area stasiun maupun pada petak jalan di antara dua stasiun berlangsung secara aman. Oleh karena itu, sistem persinyalan harus berkinerja sangat baik dan teruji tingkat keselamatannya (safety level).

SIL 02 dapat menjadi alternatif bagi pemerintah dalam memenuhi kebutuhan sistem interlocking yang selama ini disuplai dari industri-industri asing, seperti VPI, SSI, dan Westrace.

“SIL 02 juga merupakan sistem interlocking berbasis Programmable Logic Controller [PLC],” tuturnya.

Menurut Abraham, Kementerian Perhubungan bersama Len Industri (Persero) berkomitmen menggunakan SIL 02 sebagai produk dalam negeri dalam rangka mendukung pemanfaatan teknologi bangsa.

“Salah satu kontribusi terbesar yang diharapkan dari SIL 02 adalah dukungan produk tersebut terhadap Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia {MP3EI], khususnya pada mega proyek jalur ganda Jakarta-Surabaya,” ujarnya. (sut)

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup