KONVERSI BBM-GAS: Bali Global Energi Investasi Rp3,5 Triliun

DENPASAR-PT Bali Global Energi (BGE) menyiapkan dana Rp2,7 triliun dari total investasi Rp3,5 triliun untuk proyek konversi bahan bakar solar ke gas untuk operasional pembangkit listrik di Bali.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 09 Desember 2012  |  15:50 WIB

DENPASAR-PT Bali Global Energi (BGE) menyiapkan dana Rp2,7 triliun dari total investasi Rp3,5 triliun untuk proyek konversi bahan bakar solar ke gas untuk operasional pembangkit listrik di Bali.

Ketut Susanta, Presiden Direktur PT BGE mengatakan selaku anak perusahaan daerah Pemprov Bali pihaknya saat ini mengupayakan pembangunan infrastruktur berupa dermaga Jetty seluas 2 hektare dan pembangunan jaringan pipa untuk distribusi gas senilai Rp1,5 triliun serta pembelian kapal terminal terapung atau Floating Storage Regasification Unit (FSRU) senilai Rp1,2 triliun.   

“Kapal ini akan diparkir di perairan Buleleng untuk menerima pengiriman tabung LNG dari Papua dan Qatar,” katanya, Mingu (9/12/2012).

Untuk pengadaan kapal sepanjang 240 meter dengan lebar 40 meter itu BGE menggandeng PT Odira Persada Resources yang dijanjikan akan terealisasi dalam jangka waktu 6 bulan.

Sedangkan untuk pasokan LNG dari Qatar, Susanta menjelaskan hal ini terlebih dahulu disepakati melalui Head of Agreement (HoA) kontrak per 2 November 2012 dengan Teratai Sanjung Holdings (M) Sdn. Bhd.

Kesepakatan tersebut akan mengatur pasokan LNG dari Qatar yang dimulai pengapalan pertama pada 31 Desember 2013 sebesar 0,52 MTPA dan meningkat dua kali lipat sebesar 1,04 MTPA pada 15 Juni 2015 yang berlaku selama 20 tahun.

Dia berharap dari pasokan LNG tersebut dapat dihasilkan daya pasokan gas sebesar 81 MMBTUD yang akan dipasok untuk 3 pembangkit listrik yakni PLTGU Pemaron, Buleleng, PLTGU Gilimanuk, Jembrana.

Keduanya  dikirim melalui jaringan pipa dan PLTGU Pesanggaran di Denpasar yang jaraknya 100 Km dikirim melalui kapal shuttle,” katanya.

Proyek ini, kata dia, merupakan visi Pemprov Balu untuk mewujudkan efisiensi energi dan  ramah lingkungan sesuai dengan programnya ‘Bali Clean and Green’. Dari perhitungannya, perbandingan untuk penggunaan solar dengan gas dapat mengurangi beban subsidi pemerintah yang totalnya senilai Rp9 triliun per tahun. Kesimpulannya, pengalihan dari solar ke gas terjadi efisiensi sebesar Rp6,7 triliun.

“Proyek ini ditargetkan akan selesai sebelum APEC 2013 mendatang,” ujarnya.

Selama ini untuk menggerakkan turbin di masing-masing pembangkit di Pemaron yang menghasilkan daya 80 MW, Gilimanuk sebesar 130 MW dan Pesanggaran sebesar 162 MW hanya menggunakan solar.

Proyek yang terdiri atas saham gabungan antara pemprov Bali sebesar 25%, Nasional sebesar 45% dan sisanya sebesar 35% dari penanaman modal asing (PMA) investor Malaysia, Thailand dan Qatar. 

Perkembangan terakhir BGE saat ini bersurat kepada PT PLN perihal penawaran eks gas Qatar dengan harga yang kompetitif dan mengharapkan PLN segera mengeluarkan binding dokumen terkait dengan Gas Sales and Purchase Agreement (GSPA) dengan penawaran US$16 per MMBTUD in “Plangate” dengan volume 0,52 MPTA untuk ketiga pembangkit di Bali sesuai formula Japan Custom Clear Crude (JCC) dengan jadwal pengiriman pada 31 Desember 2013. (ems) (Foto: jadaoun.com)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : I Komang Robby Patria

Editor : Muhammad Khamdi

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top