TRANSPORTASI MASSAL: Angkutan Umum Akan Direstrukturisasi

JAKARTA-- Kementerian Perhubungan menyatakan transportasi massal sangat dibutuhkan, sehingga dalam waktu dekat perlu dilakukan restrukturisasi angkutan umum dan untuk jangka panjang perlu dibangun Mass Rapid Transit. "Moda transportasi Mass
Arif Gunawan Sulistyono
Arif Gunawan Sulistyono - Bisnis.com 06 Desember 2012  |  17:51 WIB

JAKARTA-- Kementerian Perhubungan menyatakan transportasi massal sangat dibutuhkan, sehingga dalam waktu dekat perlu dilakukan restrukturisasi angkutan umum dan untuk jangka panjang perlu dibangun Mass Rapid Transit. "Moda transportasi Mass Rapid Transit (MRT) sangat dibutuhkan di Jakarta, karena ada 20 juta penduduk yang menggunakan transportasi. Agar tidak terjadi gridlock, atau macet total, ada yang memprediksi pada 2014, kita butuh transportasi massal," kata Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono di Jakarta, Kamis (6/12).Dia mengatakan untuk jangka pendek, perlu dilakukan revitalisasi TransJakarta yang terintegrasi dengan kereta rel listrik (KRL), dan yang paling penting restrukturisasi angkutan umum lain."Saya kira Pak Jokowi [Joko Widodo] sudah benar, yaitu untuk segera merevitalisasi busway [TransJakarta]. Kemudian juga melakukan revitalisasi dan integrasi dengan kereta komuter. Satu lagi, melakukan restrukturisasi dari angkutan umum lain yakni angkot, metromini, harus ditata ulang dandiintegrasikan dengan keberadaan kereta api komuter nantinya dan busway yang baru," tutur Wamenhub.Menurutnya untuk jangka panjang Jakarta butuh Mass Rappit Transport (MRT) sebagai sarana transportasi masal menggunakan kereta rel listrik  layang atau bawah tanah. Saat ini pergerakan Jakarta ditambah daerah penyangganya, Bodetabek sebanyak 20 juta lebih setiap harinya.Transportasi di Ibukota Jakarta menurut Wamenhub, sudah saatnya mendapatkan perhatian yang lebih banyak lagi agar kemacetan dapat diuraikan dan masyarakat mau menggunakan angkutan umum untuk menuju tempat tujuannya. (if) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Wan Ulfa Nur Zuhra

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top