DEFISIT PERDAGANGAN: Sumut tekor berdagang dengan Malaysia & Singapura

Andi Suhendri Rambe
Andi Suhendri Rambe - Bisnis.com 06 Desember 2012  |  10:51 WIB
MEDAN - Perdagangan Sumatra Utara (Sumut) ke sejumlah negara sejak Januari- Oktober 2012, masih mengalami defisit karena lebih banyak impor bahan bakar minerl dibandingkan dengan ekspor dari daerah ini.
 
Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumut  Hajizi mengatakan  defisitnya perdagangan Sumut terhadap  sejumlah negara karena ketergantungan impor terhadap negara tersebut masih relatif tinggi.
 
"Jika dilihat dari data sepanjang tahun ini,Sumut memang masih tekor berdagang dengan sejumlah negara terutama dengan Singapura dan Malaysia," kata Hajizi, di Medan, Kamis (6/12). 
 
Menurut dia, dari data BPS Sumut, nilai impor Sumut dari Singapura mencapai US$ 954,924 juta. Sementara ekspor ke negara tersebut hanya US$252,538 juta.Tingginya impor ini, lanjut dia, disebabkan Sumut membeli bahan bakar mineral dari Singapura hingga US$1,173 miliar. "Impor bahan bakar mineral itu memiliki peran hingga 27,48% dari total impor Sumut yang mencapai US$4,271 miliar. Jadi wajar saja perdagangan kita masih defisit,"ujarnya. 
 
Selama Januari-Oktober, lanjutnya, Sumut juga mengalami defisit dengan Malaysia senilai US$233,925 juta. Defisit disebabkan ekspor yang hanya US$322,912 juta, dibandingkan impor yang mencapai US$556,837. 
 
Defisit perdagangan Sumut juga terjadi dengan  Australia, yaitu mencapai US$163,112 juta.Di mana impor dari negara kangguru itu mencapai US$223,551 juta, sementara ekspor hanya US$60,439 juta. 
 
Selain itu, lanjut dia, defisit lainnya dialami dari negara Argentina sebesar US$107,985 juta dan Taiwan sebesar US$38,659 juta. "Pada umumnya Sumut memang masih defisit karena nilai ekspor yang terus tertekan. Sementara impor mengalami kenaikan," tuturnya.
 
Sedangkan perdagangan dengan India, Jepang, Amerika Serikat, Belanda, dan Rusia, paparnya, perdagangan Sumut mengalami surplus.
 
Dia mencontohkan perdagangan Sumut dengan India Januari-Oktober 2012 mengalami surplus sebesar US$943,698 juta, Sumut dengan Jepang surplus sebesar US$775,825 juta, perdagangan Sumut dengan Amerika Serikat surplus sebesar US$431,975 juta, Belanda surplus sebesar US$374,622 juta, dan perdagangan Sumut dengan Rusia mengalami surplus sebesar US$226,399 juta. (faa)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top