TKI MALAYSIA: Meski Dimoratorium, 11.000 TKI Diberangkatkan ke Malaysia

JAKARTA—Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia  (BNP2TKI) memperkirakan sekitar 11.000 orang TKI masih diberangkatkan untuk bekerja ke Malaysia.
Jessica Nova
Jessica Nova - Bisnis.com 04 Desember 2012  |  10:23 WIB

JAKARTA—Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia  (BNP2TKI) memperkirakan sekitar 11.000 orang TKI masih diberangkatkan untuk bekerja ke Malaysia.

Padahal, pemerintah menutup sementara (moratorium) penempatan pekerja ke negara tetangga itu sejak Juni 2009 sampai dengan saat ini.

Menurut Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh. Jumhur Hidayat, moratorium yang diberlakukan pemerintah itu sebenarnya dengan mempertimbangkan lemahnya perlindungan terhadap TKI di Malaysia.

“Hingga kini kebijakan moratorium masih berjalan, karena belum terpenuhinya kesepakatan perlindungan TKI di antara kedua pemerintahan,” katanya hari ini, Selasa (4/12/2012).

Namun, lanjutnya, berdasarkan pantauan BNP2TKI, penempatan TKI secara ilegal di saat status masih moratorium masih terjadi melalui pelayanan kelompok tertentu yang bekerja sama dengan sejumlah oknum di Malaysia.

Jumhur menghendaki penanganan keberangkatan TKI tidak berdokumen digalakkan aparat hukum Indonesia dengan memperketat jalur-jalur keberangkatan TKI ke Malaysia.

Selain itu, dia menambahkan untuk mencegah berkembangnya tindakan yang merugikan TKI, diperlukan kerja sama antarkeposian yang meliputi Indonesia dengan Malaysia.

“Jika perlindungan terhadap TKI tidak diperoleh di luar negeri akibatnya seperti penyekapan agensi perekrut tenaga kerja asing di Selangor, baru-baru ini,” ungkapnya.

Jumhur menyampaikan apresiasi terhadap langkah otoritas keamanan Malaysia dalam membebaskan para TKI dari penyekapan agensi perekrut tenaga kerja asing di sebuah gedung di Bandar Baru Klang Selangor, Malaysia pada Sabtu (1/12).

Dalam operasi penggerebekan itu, polisi menangkap tiga pria warga negara Malaysia yang merupakan pegawai agensi, termasuk lima WNI dan empat orang warga Kamboja, serta Filipina sebagai supervisor agensi di lokasi itu.

Sementara itu, dari 105 tenaga kerja asing yang diselamatkan, 95 orang di antaranya adalah TKI yang bekerja di sektor informal penata laksana rumah tangga.(sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top