PETROKIMIA: Pertamina Gandeng Chandra Asri Bangun Kilang US$200 Juta

Aprianto Cahyo Nugroho | 03 Desember 2012 19:12 WIB

JAKARTA--PT Pertamina (Persero) membentuk perusahaan patungan dengan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk untuk membangun kilang petrokimia senilai US$200 juta. 

 

Hal itu tertuang dalam nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani oleh Direktur Pengolahan Pertamina Chrisna Damayanto dan Presiden Direktur PT Chandra Asri Petrochemical Tbk Erwin Ciputra di kantor Pertamina, Senin (3/12).

 

"Pertamina dan Chandra Asri bekerjasama membangun joint venture kilang yang memproduksi polypropylene. Produksinya sekitar 250.000 ton per tahun. Investasinya sekitar US$200 juta," ujar Chrisna dalam konferensi pers usai menandatangani MoU. 

 

Perusahaan patungan yang belum dinamakan ini, rencananya mayoritas akan dimiliki Pertamina sebesar 51% dan sisanya 49% oleh Chandra Asri. Kilang petrokimia ini berlokasi di Unit Pengolahan VI Pertamina di Balongan, Jawa Barat.

 

"Konstruksi dimulai 2013, memakan waktu 2 tahun sehingga kami perkirakan 2015 sudah bisa beroperasi," ujarnya.

 

Chrisna menjelaskan  bisnis petrokimia Pertamina tumbuh positif. Pendapatan dari bisnis ini saat ini di kisaran Rp10--Rp11 triliun. Pertamina kini semakin mantap bertransformasi dari perusahaan migas menjadi perusahaan energi.

 

"Niat ke depan Pertamina akan melakukan JV setiap membangun kilang petrokimia. Kami berpartner dengan memanfaatkan kelebihan dari partner-partner itu sendiri," ujarnya.

 

Sementara itu,  Erwin mengatakan produksinya nanti seluruhnya akan dipasok untuk kebutuhan dalam negeri. Kilang petrokimia yang baru ini sekaligus bisa mengurangi porsi impor polypropylene atau bahan baku plastik.

 

"Permintaan polyproplyene Indonesia begitu besar. Indutri yang ada cuma bisa memasok 50%, jadi peluang yang ada begitu besar. Dengan kerja sama ini akan mengurangi impor, memenuhi kebutuhan dalam negeri, dan mengembangan industri petrokimia di Indonesia," jelasnya. (if). 

 

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Wan Ulfa Nur Zuhra

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup