BOSOWA CORPORATION: Kaji Pembangunan Pabrik 'Slag' Di Cilegon

JAKARTA—Produsen semen nasional Bosowa Corporation masih mengkaji rencana pembangunan pabrik pengolahan limbah bijih besi untuk bahan baku baja (slag) di Cilegon, Banten.
BOSOWA CORPORATION: Kaji Pembangunan Pabrik 'Slag' Di Cilegon
Muhamad Arsyad Paripurna - Bisnis.com 03 Desember 2012  |  19:28 WIB

JAKARTA—Produsen semen nasional Bosowa Corporation masih mengkaji rencana pembangunan pabrik pengolahan limbah bijih besi untuk bahan baku baja (slag) di Cilegon, Banten.

Erwin Aksa, CEO Bosowa Corporation, menuturkan pabrik semen di Cilegon, Banten, yang sedang dalam tahap pembangunan telah direncanakan untuk mengolah produk tersebut.

Menurutnya, bahan baku pengolahan bahan baku semen itu diperoleh dari kerja sama proyek PT Krakatau Steel Tbk dengan Pohang Steel and Iron Corporation (Posco) yang rencananya beroperasi pada tahun depan atau 2014.

Bosowa memproyeksikan pembangunan pabrik slag tersebut segera beroperasi berbarengan dengan operasional Krakatau Steel-Posco.

“Langkah itu dilakukan sebagai upaya pengembangan Bosowa untuk memperoleh bahan baku semen yang menjadi industri unggulan perseroan,” ujarnya, Senin (3/12).

Dia mengemukakan slag semen dinilai lebih kuat dibandingkan dengan semen biasa, terutama untuk konstruksi yang memiliki kedalaman lebih. Sejumlah negara telah menggunakan produk tersebut, seperti Singapura, Jepang, dan Korea Selatan.

Beberapa waktu yang akan datang, Indonesia diprediksi akan beralih menggunakan produk tersebut karena didorong kebutuhan, seperti rencana pembangunan mass rapid transit (MRT) dan Jembatan Selat Sunda.

“Saat ini, pasar slag memang belum ada, tetapi ke depan tren itu pasti ada,” ujarnya.Erwin menambahkan Bosowa akan meningkatkan investasi di industri semen hingga Rp6,5 triliun pada 2015. Investasi ini terkait upaya perseroan dalam meningkatkan produksi semen pabrik perusahaan tersebut hingga 12 juta ton atau sebesar 20% dari total kebutuhan semen nasional pada 2015.

Menurutnya, saat ini kapasitas produksi Bosowa Corporation mencapai 3,5 juta ton per tahun, seperti Semen Bosowa Maros memproduksi semen sebesar 2,5 juta ton dan sisanya Semen Bosowa Indonesia sebesar 1 juta ton.

“Investasi ini tak lepas dari komitmen manajemen perusahaan untuk mendukung upaya pemerintah dalam percepatan pembangunan infrastruktur di kawasan timur Indonesia,” ujarnya.

Bosowa akan mengambil bagian dalam mendukung upaya pemerintah pusat dan pemerintah daerah mendorong pembangunan infrastruktur. Dalam pembangunan infrastruktur dan konsumsi, Indonesia selalu mengalami kekurangan semen secara nasional.

Panggah Susanto, Direktur Jenderal Basis Industri Manufaktur Kementerian Perindustrian, menuturkan Bosowa Corporation telah mengajukan proposal untuk memanfaatkan limbah bijih besi untuk bahan baku baja (slag) dalam rencana kerja sama proyek PT Krakatau Steel Tbk dengan Pohang Steel and Iron Corporation (Posco). (if) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Wan Ulfa Nur Zuhra

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top