IMPOR GULA: Izin impor raw sugar oleh PT PPI tak diperpanjang

 
Yeni H. Simanjuntak
Yeni H. Simanjuntak - Bisnis.com 30 April 2012  |  19:29 WIB

 

JAKARTA: Menteri Pertanian Suswono periode impor raw sugar (gula mentah) oleh PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) tidak akan diperpanjang, kendati baru terealisasi 180.000 ton atau 75% dari alokasi 240.000 ton.

 

"Yang jelas sesuai rekomendasi DGI [Dewan Gula Indonesia] batas akhir impor raw sugar sampai akhir April 2012. Tidak akan diperpanjang," ujarnya seusai Rapat Dewan Gula Indonesia (DGI), di Jakarta 30 April 2012.

 

Dia menuturkan kendati realisasi impor raw sugar 75%, tetapi diharapkan harga gula di dalam negeri tidak akan bergejolak dan tidak terjadi kekurangan gula.

 

"Ternyata [realiasi impor raw sugar] kurang dari 240.000 ton, maka tidak tidak perlu ditambah [waktu impor]."

 

Apalagi, giling tebu sudah akan dimulai pada awal bulan depan. Selain itu, harga gula di pasar relatif stabil, sehingga tidak perlu dipaksakan impor gula agar terealisasi 100%, kecuali ada pertimbangan lain.

 

Padahal, kuota impor raw sugar itu untuk memenuhi kekurangan pasokan di dalam negeri. Artinya, jika impor tidak terealisasi seluruhnya, maka akan terjadi kekurangan pasokan di dalam negeri dan ada lonjakan harga.

 

"Justru ini soal perhitungan, terkait data, supaya akurat, karena disinyalir masuk gula dari Malaysia melalui perbatasan di Kalimantan, banyak penyelundupan, ini disinyalir kenapa banyak menekan harga di tingkat petani."

 

Menurutnya, harga gula di Malaysia lebih murah.

Terkait dengan harga patokan pembelian gula petani, Suswono mengharapkan Menteri Perdagangan akan menetapkan HPP gula tidak jauh berbeda dengan rekomendasi DGI.

 

"Dewan Gula hanya rekomendasi Rp8.750 per kg, dia [Mendag] punya perhitungan sendiri. Saya harap jangan terlalu jauh." (ea)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Marissa Saraswati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top