PENUMPANG bandara ANGKASA PURA I naik 15%

 
nonaktive - Arif Gunawan Sulistyono | 30 April 2012 21:10 WIB

 

JAKARTA: Jumlah penumpang udara dari bandara-bandara kelolaan PT Angkasa Pura I meningkat 15% sepanjang triwulan I/2012 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, sehingga kelebihan muatan di terminal penumpang bandara semakin tak terelakkan.

 

Kenaikan terbesar pada penumpang domestik yang mencapai 15,40% sepanjang tiga bulan pertama 2012 yakni menjadi 12,54 juta.

 

Sekretaris Perusahaan PT Angkasa Pura (AP) I Miduk Situmorang mengatakan berdasarkan data dari 13 bandara kelolaannya, total jumlah penumpang sepanjang triwulan I/2012 mencapai 14,58 juta, atau meningkat 14% dari tahun lalu yang masih 12,68 juta.

 

"Kenaikan terbesar di Bandara Juanda Surabaya dan Sultan Hasannudin Makassar masing-masing sebesar 18%, disusul Bandara Ngurah Rai Denpasar naik 15%," kata Miduk, Senin, 30 April 2012.

 

Dia menjelaskan hingga akhir tahun ini, AP I menargetkan jumlah penumpang di 13 bandara kelolaannya mencapai 61 juta, atau meningkat 11% dari posisi tahun lalu.

 

"Setiap tahun jumlah penumpang dari bandara kelolaan kami meningkat di atas 10%, tahun lalu saja bertumbuh 12%," ucapnya.

 

Dengan peningkatan jumlah penumpang ini, lanjutnya, kelebihan muatan di terminal penumpang di bandara-bandaranya semakin tak terelakkan. Dari 13 bandara yang dikelolanya, hanya lima bandara yang tidak over capacity (kelebihan daya tampung), yakni Bandara Sultan Hassanudin Makassar, Pattimura Ambon, Bandara Internasional Lombok, Sam Ratulangi Manado dan Adi Sumarmo, Solo.

 

"Kelima bandara ini kapasitas tampungnya masih memadai karena baru mengalami pengembangan, sisanya masih harus dikembangkan lagi," tuturnya.

 

Miduk menjelaskan untuk mengejar daya tampung bandara yang sudah over capacity ini, pihaknya menyiapkan dana Rp5,7 triliun untuk pengembangan sejumlah bandara di bawah naungannya pada tahun ini.

 

Di antaranya Bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin, Ngurah Rai Bali, dan Sepinggan Balikpapan yang dilaksanakan secara bersamaan.

 

Untuk memenuhi kebutuhan dana tersebut, pengelola bandara ini sudah mendapat komitmen dari Bank Mandiri senilai Rp5 triliun yang akan dicairkan pada kuartal I/2012. Perseroan juga berencana menerbitkan obligasi.

 

Direktur Utama PT Angkasa Pura I Tommy Soetomo mengatakan tahun ini ditargetkan ground breaking [peletakan batu] untuk pembangunan terminal penumpang baru di Bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin dengan senilai Rp500 miliar yakni untuk perluasan terminal penumpang.

 

Untuk itu pihaknya sudah menganggarkan dana Rp5,7 triliun guna  mengembangkan sejumlah bandara di bawah naungannya. Untuk memenuhi kebutuhan dana tersebut, pihaknya sudah mendapat komitmen pinjaman dari Bank Mandiri senilai Rp5 triliun.

 

"Kami sudah ada kesepakatan dari Bank Mandiri yang siap danai Rp5 triliun, tetapi yang kami pakai mungkin hanya Rp2 triliun, sisanya dari dana internal kami, awal tahun ini akan kami eksekusi," katanya.

 

Tommy mencontohkan untuk pengembangan bandara di Bali, pihaknya siapkan dana Rp2 trliun, untuk Sepinggan Balikpapan Rp1,6 triliun. (ea)

Tag :
Editor : Marissa Saraswati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top