TOL MOJOKERTOKERTOSONO Seksi I batal beroperasi

 
Linda Tangdialla | 30 April 2012 21:19 WIB

 

JAKARTA: PT Marga Harjaya Infrastruktur, pemegang konsesi ruas tol Mojokerto—Kertosono menyatakan rencana operasional seksi satu rute Bandar-Jombang sepanjang 16 kilometer tidak mungkin direalisasikan tahun ini, menyusul progres pembebasan lahannya belum rampung.
 
Padahal sebelumnya Badan Pengatur Jalan Tol menargetkan ruas itu akan berfungsi tahun ini, menyusul rencana penambahan jalan tol sepanjang 19,7 kilometer tahun ini. Dimana sepanjang 3,7 kilometer sudah terealisasi dengan dibukanya tol Cinere-Jagorawi sepanjang 3,7 kilometer dengan rute Jagorawi-Jalan Raya Bogor awal tahun 2012.
 
Direktur PT MHI Legowo mengatakan untuk merealisasikan ruas itu cukup sulit karena ada beberapa kendala. Pertama, masalah pembebasan lahan dimana dari empat seksi yang akan dibangun, hingga kni baru seksi satu yang tanahnya sudah 81% sedangkan sisanya masih dalam proses pembebasan lahan. Artinya, untuk pengoperasian satu seksi saja, masih ada 19% tanah yang belum terbebaskan.
 
Di lain pihak, kegiatan pembebasan tanah masih terkendala karena belum terbitnya Perpres mengenai UU Pengadaan Tanah Untuk Pembangunan Bagi Kepentingan Umum. 
 
Kedua, katanya, akses antara jalan tol tersebut dengan akses jalan nasional cukup jauh, sehingga perlu ada akses penyambung dengan kualitas jalan yang layak. "Jadi untuk dioperasikan akhir tahun ini rasanya sulit dilaksanakan," ujarnya di Jakarta hari ini.
 
Menurutnya, operasional tol itu diperkirakan baru bisa terealisasi pada pertengahan 2013, setelah ketersediaan tanah terpenuhi dan akses 
 
Meski demikian, Legowo mengatakan perusahaannya tetap menargetkan operasional seluruh tol sepanjang 40,5 kilometer dapat terealisasi sesuai rencana pada 2014, meskipun progres pembebasan tanah hingga kini belum maksimal.
 
Legowo mengatakan komitmen tersebut menyusul kesepakatan mereka dalam perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT) yang diteken perusahaan beberapa waktu lalu.
 
Menurutnya, agar target tersebut bisa terpenuhi, dia berharap agar pemerintah mempercepat proses pembebasan lahan yang masih mandek. 
 
Adapun pembangunan konstruksi proyek senilai Rp2,3 triliun itu telah dimulai sejak akhir 2011 oleh kontraktor Badan Usaha Milik Negara yakni PT Hutama Karya, atau sebelum diakuisisi oleh PT MHI.
 
 
Lahan belum siap
 
Dihubungi terpisah, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Achmad Gani Gazaly mengatakan memang rencana operasional kemungkinan besar batal karena belum siapnya lahan tersebut.
 
"Untuk akses kita cari solusinya dengan percepatan pembangunan seksi dua, tapi memang saat ini kendalanya masih urusan tanah. Jadi satu-satunya jalan dengan percepatan pembebasan tanah," ujarnya.
 
Dia mengatakan untuk rencana konstruksi seksi II Jombang-Mojokerto diharapkan bisa dimulai pada tahun depan, sehingga target operasional tol sudah rampung pada 2014 mendatang.
 
Mengenai lambannya pembebasan tanah itu, Ketua Asosiasi Tol Indonesia Fatchur Rachman mengatakan pemerintah perlu ada terobosan baru untuk mempercepatnya. “Sulit tercapai kalau, tidak ada terobosan baru, sampai kapan tanah selesai, kan itu dulu, baru konstruksi bisa jalan, kalau konstruksi dulu, tanah tidak ada gimana mau jalan,” kata Fatchur.
 
Misalnya saja, proyek tol di Jabodetabek, investor sudah siap, tetapi tanahnya juga belum tuntas, Padahal ruas tol ini sangat penting, dalam rangka konektifitas tol JORR dan bisa mengurangi kemacetan Jakarta.
 
Direktur Teknik Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan umum Suhardi mengakui dampak dari belum tuntasnya  Perpres mengenai pengadaan tanah ini, banyak panitia pembebasan tanah (P2T) yang masih gamang untuk meneruskan pekerjaan pembebasana tanah. 
 
Karena itu pihaknya langsung melakukan konsolidasi dengan P2T agar melanjutkan pembebasan tanah. “Ya banyak P2T yang khawatir melaksanakan pembebasan tanah, karena aturannya belum jelas, Namun saya yakinkan bahwa proses pembebasan tanah terus dilakukan, meski perpres turunan UU pengadaan lahan Untuk Pembangunan belum turun,” kata dia.
 
Salah satu percepatannya, yakni diantaranya melaksanakan konsinyasi, termasuk untuk ruas tol Semarang-Solo di beberapa tanah sudah, sehingga proses pembebasan tanah bisa lebih cepat lagi. (sut)

Tag :
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top