TEPUNG TERIGUVolume penjualan naik 13%

 
Nancy Junita | 30 April 2012 20:44 WIB

 

JAKARTA: Penjualan tepung terigu produksi lokal kuartal I/2012 naik 13% dari 970.953 ton (kuartal I/2011) menjadi 1,1 juta ton.
 
Direktur Eksekutif Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) Ratna Sari Loppies mengatakan kenaikan tersebut ditopang oleh pertumbuhan konsumsi domestik dan pertambahan jumlah perusahaan produsen tepung terigu di Indonesia.
 
Dia memaparkan konsumsi tepung terigu nasional naik 5,61% dari 1,15 juta ton pada kuartal I/2011 menjadi 1,22 juta ton pada kuartal I/2012.
 
Konsumsi tepung terigu nasional pada 2011 mencapai 4,75 juta ton yang terdiri dari 4,07 juta ton (86%) produksi domestik dan 679.000 ton impor (14%).
 
Kenaikan konsumsi terigu, jelas Ratna, terpacu oleh pertumbuhan industri produk hilir berbasis terigu seperti produsen biskuit, mi instan dan crumbed bread di Indonesia.
 
Dia mengatakan produksi pangan berbasis terigu di dalam negeri tumbuh sejalan dengan kenaikan harga beras yang saat ini sudah mencapai 2 kali harga gandum di pasar internasional.
 
“Harga tepung terigu lebih stabil dibandingkan beras. Produknya juga jauh lebih bervariasi dibandingkan beras,” kata Ratna hari ini.
 
Ketua Umum Aptindo Franky Welirang mengatakan industri produk hilir terigu tidak hanya tumbuh mengikuti tren permintaan dalam negeri, tetapi juga mengincar pasar ekspor.
 
Dia memaparkan ekspor produk berbasis tepung terigu pada 2011 sudah mencapai 204.049 ton, tumbuh 7,5% dari ekspor tahun sebelumnya yang sebesar 189.830 ton.
 
Adapun berdasarkan nilai, ekspor produk berbasis tepung terigu naik 23,3% dari US$329,15 juta pada 2010 menjadi US$406 juta pada 2011.
 
Lonjakan nilai ekspor produk berbasis terigu, menurut Franky, menunjukkan peningkatan nilai tambah struktur industri tepung terigu Indonesia.
 
“Produsen produk terigu semakin menembus pasar ekspor. Indonesia bisa jadi basis produksi industri berbasis terigu di Asia Timur,” katanya.
 
Franky menambahkan peningkatan industri produk jadi berbasis terigu adalah dampak dari peningkatan kapasitas produksi tepung terigu di Tanah Air.
 
Ratna mengatakan tahun ini perusahaan produsen tepung terigu di Indonesia akan bertambah 5 perusahaan menjadi 23 perusahaan.
 
Lima perusahaan tersebut diperkirakan akan meningkatkan kapasitas produksi tepung terigu nasional lebih dari 2 juta ton per tahun dalam 2 tahun ke depan.
 
Data Aptindo menyatakan sampai Maret 2012 kapasitas produksi terpasang tepung terigu Indonesia mencapai 7,61 juta ton per tahun atau setara dengan 25.375 ton per hari.
 
Perusahaan-perusahaan baru yang masuk ke dalam industri tepung terigu nasional di antaranya adalah PT Siantar Top, Wilmar Group dan Toyota Tsusho. (sut)

Tag :
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top