KAWASAN INDUSTRI dilirik investor Jepang untuk relokasi pabrik

 
Anggriawan Sugianto | 30 April 2012 18:10 WIB

 

JAKARTA: Ratusan investor asal  Jepang dikabarkan sedang menjajaki untuk membuka pabrik di Kawasan Industri Indonesia tahun ini.
 
Ediman Hotman, Wakil Ketua Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI), mengatakan  pasca bencana tsunami yang melanda Jepang tahun lalu,  banyak pengusaha yang berencana merelokasi pabriknya ke luar negeri, termasuk Indonesia.
 
“Jumlah persisnya [pengusaha Jepang yang menjajaki relokasi pabrik di Indonesia] saya belum tahu, karena ada agen yang menghubungkan perusahaan-perusahaan asal Jepang dengan pengelola kawasan industri di sini. Namun, saya yakin lebih dari 100 perusahaan,” ujarnya saat dihubungi Bisnis hari ini Senin 30 April 2012.
 
Ediman memperkirakan investor asal Jepang itu baru memasuki kawasan industri di Indonesia  sekitar tahun 2013-2014, setelah memastikan pasar yang dibidik serta pertimbangan untung-ruginya sesuai. Kebanyakan perusahaan itu bermain di sektor otomotif, elektronik hingga kimia, dengan investasi di skala medium, yakni antara Rp5 miliar-Rp50 miliar.
 
Pengelola kawasan industri di Indonesia, lanjutnya, seharusnya siap mengoptimalkan kesempatan ini  salah satunya dengan merancang klaster-klaster khusus di area yang dikelolanya, seperti Klaster Jepang ataupun Klaster Korea Selatan.
 
“Yang kami khawatirkan sekarang selain susahnya pengadaan lahan, adalah regulasi seperti IMB yang kerap berubah seiring pergantian kepala daerah maupun presiden. Apalagi di 2014 ada pemilihan presiden,” lanjut Ediman.
 
Berdasarkan data dari HKI, saat ini terdapat 232 kawasan industri, dengan luas total sekitar 78.976 hektare. 110 dari jumlah kawasan industri itu berada di bagian barat pulau Jawa,19 di Jawa Tengah, 32 di Jawa Timur, sementara sisanya tersebar di luar Jawa.
 
Rerata tingkat okupansi kawasan-kawasan tersebut adalah 60%-70%, dengan biaya pemeliharaan (maintenance fee) antara Rp120 per m2 hingga Rp 2.000 per m2. Minimal lahan yang digunakan satu pabrik sekitar 2 hektare sampai 6 hektare.
 
Sementara itu, PT Lippo Cikarang tbk, pengelola kota mandiri Lippo Cikarang di Bekasi, sedang mempersiapkan zona internasional di area kawasan industri Delta Silicone 6 Lippo Cikarang, dan investor asal Jepang merupakan bidikan utama mereka. (sut)

Tag :
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top