KREDIT NELAYAN: Kapal besi plat murah diminati

 
News Editor | 29 April 2012 17:53 WIB

 

 

 

MALANG: Kesulitan yang dialami nelayan di Indonesia dalam mengakses kredit bakal segera teratasi. Saat ini Universitas Indonesia (UI) sedang mengembangkan kapal besi plat dengan harga murah bagi nelayan.

 

Kepala Balai Besar Penelitian Sosial Ekonomi Perikanan dan Kelautan, Agus Heri Purnomo, mengatakan selama ini nelayan kerap kesulitan mendapatkan kredit dari kalangan perbankan menyusul kapal yang dimiliki sulit dijadikan agunan untuk mendapatkan modal.

 
“Karena kalangan perbankan tidak mau menerima agunan kapal  milik nelayan yang berbahan kayu. Melalui pengembangan kapal besi plat dengan harga murah tersebut harapannya nelayan nantinya bisa memiliki dan menggunakan kapal tersebut sebagai agunan bank,” kata Agus Heri Purnomo di Universitas Brawijaya (UB) Malang, Sabtu (28/4).
 
 
Kapal besi plat dengan harga murah tersebut, ujar dia, merupakan upaya untuk mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi nelayan. Karena kalau hanya memiliki kapal dari kayu saja, nelayan sulit untuk mendapatkan kredit maupun asuransi. Karena bank hanya mau menerima kapal berbahan fiber.
 
 
“Kalau memakai kapal besi yang juga bisa dibongkar pasang, bank akan mau memberi kredit maupun asuransi kepada nelayan.”
 
 
Secara khusus, balai besar memang memberikan rekomendasi kepada kalangan perbankan untuk mau mengucurkan kreditnya kepada para nelayan. Dalam hal ini balai besar mempunyai Klinik Iptek Mina Bisnis yang didalamnya didukung oleh tenaga ahli, teknologi, sarana, modal, maupun bidang pemasarannya.   
 
 
Sejauh ini, balai besar didukung oleh hasil riset yang per tahunnya mencapai tak kurang 240 hasil riset yang berasal dari 16 satuan kerja (Satker) dimana per Satker rata-rata menghasilkan 15 penelitian.
 
 
“Untuk melakukan riset tersebut kami didukung dana dari pemerintah sebesar Rp8-9 miliar per tahun dari total anggaran yang kami terima sebesar Rp21 miliar per tahun,” jelasnya.
 
 
Ditambahkan, riset yang dilakukan itu juga terkait dengan sistem analisis terkait dengan sosial dan ekonomi contohnya yang dilakukan di Segara Anakan dengan menggunakan teknologi yang memanfatkan ikan Patin dari A-Z maupun spons yang bersimbiosis dengan ikan lainnya menjadi bahan obat kanker dll.(msb)
 

Sumber : Mohammad Sofi'i

Tag :
Editor : Novita Sari Simamora

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top