HUTAN KONVERSIKemenhut libatkan investor swasta

 
Gajah Kusumo
Gajah Kusumo - Bisnis.com 29 April 2012  |  17:52 WIB

 

JAKARTA: Kementerian Kehutanan berencana mengundang investor untuk mengelola taman nasional dan hutan konservasi seluas 26,82 juta hektar. Investasi hutan alam ditargetkan berkontribusi hingga Rp25 juta per hektar.
 
Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan dan Hutan Lindung Kemenhut Bambang Supriyanto mengungkapkan kehadiran investor akan membantu minimnya anggaran pemerintah untuk konservasi dan perlindungan hutan sebesar Rp1,6 triliun. Dia menilai anggaran itu belum sepadan untuk menggarap bisnis pengelolaan wisata hutan alam.
 
Menurut Bambang, realisasi pemberian Izin Pengusahaan Pariwisata Alam (IPPA) belum maksimal. Sepanjang tahun lalu, kontribusi pengelolaan taman nasional dan hutan konservasi untuk penerimaan negara baru mencapai  Rp 15,2 miliar. Hingga kini, Kemenhut baru memberikan 25 izin IPPA.
 
“Banyak proposal yang sudah masuk. Kami sedang memproses 40 pemohon izin IPPA, ke depan ditargetkan lebih banyak lagi” ungkapnya pada kontes burung di Jakarta hari ini.
 
Kemenhut menargetkan pengelolaan taman nasional dan hutan konservasi  dapat menyumbang minimal Rp 300 miliar bagi pendapatan negara dalam lima tahun ke depan. Kemenhut akan merevisi ketentuan iuran pemegang IPPA guna menggairahkan kehadiran investor.
 
Tahun ini, investor akan diundang mengelola 50 taman nasional dan 120 taman wisata alam. Peluang investai pada objek-objek berdaya tarik wisata di dalam kawasan taman nasional sangat prospektif mulai dari pengembangan hasil hutan non kayu hingga wisata hiburan.
 
Pengelolaan taman nasional memang mulai dilirik oleh sejumlah perusahaan swasta. Antam, misalnya, menargetkan penanaman 500.000 bibit pohon di area kluster Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) dapat terealisasi pada Mei mendatang. Dana yang dibutuhkan mencapai Rp 4—5 miliar untuk penanaman di lahan kritis seluas 1.000 hektar.
 
PT Antam merupakan perusahaan pertama yang terlibat dalam proses rehabilitasi kawasan TNGHS yang mengalami degradasi dan perambahan seluas 113.357 ha. TNGHS rencananya akan disulap menjadi salah satu pusat biodiversitas terbesar di Asia Tenggara dengan nilai ekonomi tinggi.
 
Direktur Umum dan CSR Antam Denny Maulasa mengungkapkan hingga kini pihaknya telah menanam 360.763 bibit pohon di lahan kritis TNGHS seluas 700 ha. Percepatan proses penanaman di kluster Antam akan memberikan stimulan bagi intensitas penanaman di kluster lainnya.
 
Menurut Denny, PT Antam memang mengalokasikan dana guna memaksimalkan potensi pengelolaan taman nasional dan hutan konservasi. Sepanjang tahun lalu, Antam telah menanam 218.991 bibit pohon di lahan bukan bekas tambang serta 250.997 bibit pohon di lahan bekas tambang.
 
“Kegiatan konservasi nanti akan dilanjutkan di beberapa daerah seperti Cilacap, Gebe Maluku, dan Bintan,” ungkapnya. (sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top