PELINDO IV gandeng calon investor ICTSI Filipina

MAKASSAR: PT Pelabuhan Indonesia IV telah melakukan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) dengan International Container Terminal Services Incorporated untuk kerja sama dalam rangka mendukung rencana pengembangan pelabuhan, khususnya pembangunan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 29 April 2012  |  12:57 WIB

MAKASSAR: PT Pelabuhan Indonesia IV telah melakukan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) dengan International Container Terminal Services Incorporated untuk kerja sama dalam rangka mendukung rencana pengembangan pelabuhan, khususnya pembangunan pelabuhan baru Makassar atau Makassar New Port.Direktur Utama PT Pelindo IV (Persero) Harry Sutanto mengatakan dengan penandatanganan MoU yang telah dilakukan pihaknya bersama pihak ICTSI di Manila, Filipina pada 20 April 2012 maka rencana pembangunan Makassar New Port mengalami kemajuan. "Selanjutnya kami usulkan pembangunan MNP diberikan kepada Pelindo IV sebagai bagian dari pengembangan terminal Makassar," ujarnya kepada Bisnis, Minggu 29 April 2012.Menurutnya, setelah kajian Makassar New Port (MNP) selesai, dan pihaknya mendapat izin dari pemerintah, maka pembangunan pelabuhan baru Makassar tersebut dapat segera dimulai dalam tahun ini. Kajian tentang MNP itu sendiri lanjutnya sudah dilakukan sejak lama, namun ada beberapa perbaikan yang dilakukan dalam kajian-kajian tersebut. "Setelah kajian itu selesai, maka kami akan langsung memulai pembangunannya, yang kemungkinan dalam tahun ini," ucapnya.Pihaknya telah berusaha meminta hak kepada pemerintah, agar MNP sepenuhnya dibangun oleh Pelindo IV. Karena jika harus melalui tender, prosesnya diperkirakan akan memakan waktu terlalu lama. Kemungkinan besar, pembangunan itu akan menggunakan hasil kajian yang lama namun dengan beberapa penyempurnaan.Pembangunan MNP akan digelar bersama ICTSI, sebagai operator pembangunan terminal pelabuhan. Adapun investasi hingga Rp2,3 triliun khusus untuk membangun pelabuhan, akan diserap secara bertahap.Sebelumnya, Wakil Gubernur Provinsi Sulsel Agus Arifin Nu’mang mengatakan masing-masing pihak yang terlibat dalam renca pengembangan pelabuhan diharapkan bisa bekerja sesuai kewenangan masing-masing. ”Dirut Pelindo IV Harry Sutanto juga sudah mengatakan, akan melibatkan swasta dalam rencana pembangunan MNP, dan kami mendukung sepenuhnya rencana itu,” tegasnya.Kepala Badan Otoritas Pelabuhan (OP) Makassar Wahyu Widayat mengatakan Februari lalu review untuk masterplan Makassar New Port telah selesai dibuat oleh pihaknya, setelah itu akan ditenderkan oleh Direktorat Jenderal (Dirjen) Perhubungan Laut, untuk menentukan siapa yang akan mengerjakan pembangunan pelabuhan baru di Makassar itu . ”Karena berharap 100% dana pemerintah, ini jelas tidak mungkin. Makanya kami akan melibatkan pihak swasta. Oleh sebab itu review masterplan-nya nanti akan ditender oleh Dirjen Perhubungan Laut,” jelas Wahyu.Meski begitu, katanya, tetap akan ada dana pendamping dari APBN, yang akan diajukan ke pemerintah pusat. Tetapi pihaknya belum mengetahui berapa besar dana pendamping dari APBN yang akan berikan pemerintah pusat, pihaknya pun belum mengajukan nilainya.Saat itu, Wahyu hanya menyebutkan, dalam review masterplan tersebut luas lahannya diperluas menjadi 250 hektare, dari sebelumnya hanya 50 hektare yang ada di masterplan awal.OP Makassar juga pernah berencana mengusulkan alokasi anggaran Rp203,5 miliar pada APBN tahun ini, guna merealisasikan pembangunan MNP tahap pertama. Dana tersebut akan digunakan untuk membangun dermaga, mereklamasi pantai seluas 5 hektare, membuat akses jalan pelabuhan, serta pekerjaan lainnya. Secara keseluruhan katanya, proyek tersebut diestimasi menelan investasi Rp880 miliar.Rencana pembangunan Makassar New Port sendiri telah bergulir setidaknya sejak 2007, tetapi hingga kini belum terealisasi menyusul besarnya proyeksi kebutuhan anggaran. Proyek itu pertama kali dicetuskan oleh PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV yang mengelola Pelabuhan Makassar sebelum adanya Badan Otoritas Pelabuhan Makassar.Berdasarkan catatan Bisnis, dalam hitungan Pelindo IV, total kebutuhan investasi untuk mewujudkan pembangunan MNP mencapai Rp6 triliun. Pelindo IV berharap rencana pembangunan bisa terwujud selambatnya 2014, mengingat kapasitas pelabuhan pada 2013 diperkirakan sudah tidak memadai lagi, seiring makin tingginya arus bongkar muat yang ada.Wahyu juga mengemukakan pembangunan Makassar New Port tahap pertama, lebih merupakan perluasan pelabuhan yang telah ada saat ini, sehingga langsung dapat difungsikan. Pihaknya membuka kesempatan bagi pihak swasta untuk terlibat dalam tahap pengembangan pelabuhan tersebut, sebab anggaran dari pemerintah dipastikan sulit menutupi seluruh kebutuhan. “Pihak swasta bisa dari badan usaha milik daerah, investor terminal, atau pihak lainnya,” ucapnya. (faa)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Wiwiek Dwi Endah

Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top