GARUDA bidik penumpang ke Tokyo naik 40%

HANEDA, Tokyo: Garuda Indonesia menargetkan pertumbuhan jumlah penumpang Indonesia Tokyo mencapai 40% menyusul pengoperasian penerbangan langsung Denpasar Haneda mulai 27 April 2012.Faik Fahmi, Vice President of Garuda Indonesia Jepang, Korea, China
News Editor | 29 April 2012 12:14 WIB

HANEDA, Tokyo: Garuda Indonesia menargetkan pertumbuhan jumlah penumpang Indonesia Tokyo mencapai 40% menyusul pengoperasian penerbangan langsung Denpasar Haneda mulai 27 April 2012.Faik Fahmi, Vice President of Garuda Indonesia Jepang, Korea, China and USA Region, mengatakan pengoperasian penerbangan langsung Denpasar Tokyo melalui Bandara Haneda sangat potensial.Jumlah penumpang dari dan ke Tokyo selama  2011 mencapai 410.000 orang, dimana 57,58% wisata, terutama dari dan ke Bali.Bahkan dalam sepekan ini penumpang Garuda ke Bali penuh. Hal itu didorong oleh meningkatnya penumpang saat Jepang memassuki musim libur panjang (golden week) mulai 27 April hingga 5 Mei.“Pengoperasian penerbangan Haneda Denpasar kali ini memang ditepatkan dengan moment tersebut. Alhamdulillah responnya bagus,” kata Faik Fahmi, selepas peresmian pengoperasian penerbangan Haneda Denpasar di Haneda Tokyo pada 27 April pk 01.00 dini hari.Kiyoshi Tsusumi, Administrator of Tokyo Internationaal Air Port Haneda, yang hadir bersama Duta Besar Indonesia untuk Jepang Idhi Maryono dan Masayuki Sakurai, President  Tokyo International Air Terminal Corporation, mengatakan perkembangan bandara Haneda yang banyak melayani penerbangan domestik selama ini cukup pesat bahkan di luar ekspektasi.Untuk mengimbangi meningkatnya kebutuhan tersebut direncanakan akan dilakukan penambahan satu line penerbangan pada 2014.“Selanjutnya layanan penerbangan Haneda Denpasar lebih ditujukan untuk kepentingan wisata, sedang Haneda Jakarta akan lebih difokuskan pada penerbangaan bisnis.”Fahmi yang pada RUPS perseroan 27 April 2012 diangkat menjadi Direktur Layanan Garuda, menyebutkan respons terhadap pembukaan penerbangan ini juga berdatangan dari kalangan dunia usaha, di mana dalam 2 pekan terakhir sedikitnya 14 lembaga institusi usaha dari Jepang mengikat komitmen dengan Garuda.“Macam-macamlah jenis usahanya. Ini awal yang bagus. Mudah-mudahan ini membawa kesuksesan ke depan. Ke depan akan lebih banyak lagi yang kami gandeng.”Dia menyebutkan, pengoperasian penerbangan Haneda Denpasar juga ditujukan untuk mengoptimalkan layanan penerbangan wisata dari warga Jepang yang tinggal di pulau-pulau lain diluar Tokyo, seperti Saporo, Fukuoka, Sendai hingga Nagoya.“Selama ini penerbangan yang melalui Bandara Narita lebih banyak untuk kepentingan bisnis. Ini juga kami pacu sehingga target pertumbuhan 40% tersebut bisa dicapai.”Untuk mendukung program tersebut kini pihaknya juga gencar melakukan pendekatan ke lembaga-lembaga biro wisata di Jepang. “Mereka nanti kami undang ke Bali.”Dia menyebutkan saat ini Garuda merupakan maskapai yang melayani pnerbangan langsung Haneda-Denpasar.“Ini kelebihan Garuda dari maskapai lain. Selain itu kami juga memberikan layanan lain yang dibutuhkan wisatawaan yaitu imigration on board yakni pengurusan dokumen keimigrasian berupa peemberian visa on arrival di atas pesawat, sehingga wisatawan tidak harus mengantre pada counter imigrasi di bandara saat kedatangan.”Penerbangan dari dan ke Haneda sebelumnya sudah pernah dioperasikan pada 1962. Namun pada 1978 dialihkan ke Narita. “Ini hal yang bersejarah bagi Garuda setelah 50 tahun lalu dibuka demi  merespons tingginya animo kunjungan wisata ke Indonesia, khususnya ke Bali.”Fahmi menyebutkan penerbangan ke Jepang dari Denpasar sempat turun 17% menyusul terjadinya gempa dan tsunami pada Maret 2011. Di mana saat itu terjadi jumlah penerbangan yang di-cancel sebanyak 7.700 penumpang. “Meski secara bertahap mulai pulih sejak Juni, namun tetap saja pada 2011 anjlok sebesar itu.” (faa)RU

Sumber : Bambang Sutejo

Tag :
Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top