PETROKIMIA GRESIK perluas dermaga bongkar muat

SURABAYA: PT Petrokimia Gresik (Persero) memperluas fasilitas dermaga khusus guna meningkatkan kapasitas bongkar muat pupuk dari semula 5 juta ton/tahun menjadi 7 juta ton/tahun dengan dana Rp463 miliar, yang dijadualkan rampung pada pertengahan 2013.Proyek
News Editor
News Editor - Bisnis.com 29 April 2012  |  10:18 WIB

SURABAYA: PT Petrokimia Gresik (Persero) memperluas fasilitas dermaga khusus guna meningkatkan kapasitas bongkar muat pupuk dari semula 5 juta ton/tahun menjadi 7 juta ton/tahun dengan dana Rp463 miliar, yang dijadualkan rampung pada pertengahan 2013.Proyek tersebut berupa pengembangan jetty II di Gresik, Jawa Timur, sehingga dermaga untuk kepentingan sendiri (DUKS) yang dioperasikan Petrokimia Gresik itu akan dapat disandari kapal berbobot 35.000 dead weight ton (DWT) di sisi darat dan 60.000 DWT di sisi laut.“Volume pendistribusian pupuk bersubsidi [ke berbagai wilayah di dalam negeri] yang ditugaskan pemerintah kepada kami terus meningkat, sehingga membutuhkan penambahan dermaga guna memperlancar bongkar muat,” ujar Ilham Setiabudi, Sekretaris Perusahaan PT Petrokimia Gresik (Petrogres), hari ini (Minggu 29 April 2012).Dia menyebutkan total pupuk bersubsidi yang didistribusikan Petrogres tahun ini naik menjadi 5,4 juta ton terdiri dari urea, NPK Phonska, SP-36, ZA dan pupuk organik, dibandingkan pada 2011 hanya 3,9 juta ton. Volume pendistribusian tahun depan diperkirakan naik lagi seiring meningkatnya kebutuhan pupuk untuk tanaman pangan maupun perkebunan rakyat.Petrogres dalam mendistribuskan pupuk ke luar Jawa selama ini telah memiliki DUKS yang terintegrasi dengan lokasi pabrik milik BUMN tersebut di Gresik. Namun, kapasitas dermaga itu dinilai masih terbatas dan tidak mencukupi kebutuhan bongkar muat pupuk yang terus meningkat volumenya.Ilham mengatakan kapasitas bongkar muat DUKS hanya 5 juta ton pupuk per tahun, dan perlu dikembangkan menjadi 7 juta ton/tahun untuk menunjang terus meningkatnya kegiatan bongkar muat.“Proyek pengembangan dermaga itu membutuhkan dana investasi Rp463 miliar, diantaranya sebesar 30% memanfaatkan dana internal dan selebihnya  kucuran dana kredit dari Bank BRI. Kami telah menandatangani perjanjian kredit investasi senilai Rp324 miliar dengan BRI,” paparnya.Ilham menambahkan ditandatanganinya perjanjian kredit itu dapat mempercepat penyelesaian proyek perluasan dermaga sesuai jadual yakni 17 bulan atau pada pertengahan 2013. Lokasi proyek difokuskan di dermaga jetty II sepanjang 194 meter dan lebar 36 meter menuju Karang Jamuang.Perluasan dermaga dilengkapi penambahan 1 unit alat bongkar bahan baku curah (continuous ship unloader) yang diharapkan dapat digunakan membongkar material bulk yang tidak korosif dari kapal.Selain itu, diharapkan dapat memperbaiki berth occupancy ratio (BOR) yang terealisasi 88,43% pada 2010.Kelengkapan lain yang dibangun di DUKS milik Petrogres adalah gudang curah dan sistem conveyor untuk mendukung operasional pengangkut bahan/produk dari pelabuhan ke gudang (ship in) maupun dari gudang ke pelabuhan (ship out). Sistem tersebut bisa menggantikan truk agar lebih efisien dan efektif.Menurut Ilhan, proyek perluasan dermaga ini merupakan proyek pendukung prasarana bagi perkembangan perseroan di masa mendatang, sekaligus merupakan bagian dari serangkaian pendirian pabrik baru seperti pabrik amoniak urea, NPK V, asam fosfat serta peremajaan pabrik asam fosfat.“Sasaran dari serangkaian proyek itu adalah meningkatkan total kapasitas produksi pupuk dari saat ini 6 juta ton/tahun menjadi 9,7 juta ton/tahun pada 2015,” tuturnya.  (Faa) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Adam A. Chevny

Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top