HPP GULA ditetapkan besok dengan acuan biaya pokok produksi

 
Febriany Dian Aritya Putri | 29 April 2012 15:56 WIB

 

JAKARTA: Harga pokok penjualan gula ditetapkan besok dengan memperhatikan besarnya biaya pokok produksi bahan pemanis tersebut.
 
Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Gunaryo mengatakan harga pokok penjualan (HPP) gula tidak akan ditetapkan terlalu tinggi guna mendorong adanya efisiensi dalam operasional di tingkat petani dan pabrik gula.
 
"Senin [besok] akan diputuskan. Kalau HPP ditetapkan terlalu tinggi, itu tidak memberikan dorongan bagi berbagai pihak untuk melakukan efisiensi dari proses on farm dan off farm. Efisiensi harus dibantu dari kebijakan. Yang terpenting adalah HPP itu harus bisa mengcover biaya produksi," paparnya.
 
Dia mengatakan fakta yang ada adalah harga saat lelang selalu berada di atas dari HPP sehingga tidak memberatkan bagi petani.
 
"Intinya, harus didorong bahwa bagi hasil antara petani dengan pabrik gula itu dikaitkan juga dengan efisiensi," papar Gunaryo.
 
Seperti diketahui, Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) meminta agar Kementerian Perdagangan mengakomodir usulan HPP gula sebesar Rp9.218 per kilogram, dari saat ini Rp7.000 per kilogram.
 
Sementara itu, Dewan Gula Indonesia merekomendasikan HPP gula dinaikkan menjadi Rp8.750 per kilogram atau lebih rendah dari usulan APTRI.
 
Gunaryo belum ingin memberitahukan berapa kisaran kenaikan HPP gula yang ada di tangan Kemendag.
 
"Yang jelas, HPP itu harus bisa cover biaya produksi. Artinya, HPP akan di atas biaya produksi," katanya. (sut)

Tag :
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top